1 2022-01-20 Kepala Perpusnas: Perjanjian Kinerja Bentuk Komitmen Pelaksanaan Tugas dan Tanggung Jawab

Jakarta- Kepala Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando bersama jajaran pejabat Pimpinan Tinggi Madya, Pratama, dan Kepala Unit Pelaksana Teknis di lingkungan Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI) menandatangani Perjanjian Kinerja Tahun Anggaran 2022. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk komitmen setiap pimpinan unit kerja dalam melaksanakan tugas sesuai indikator kinerja.

Indikator kinerja merupakan ukuran keberhasilan yang menggambarkan terwujudnya kinerja, tercapainya hasil program dan hasil kegiatan yang dilakukan Perpusnas. Indikator kinerja tersebut harus selaras antar tingkatan unit kerja.

Kepala Perpusnas saat memberikan arahannya pada Kamis (20/01/2022) mengatakan bahwa penandatanganan perjanjian kinerja merupakan amanat peraturan perundang-undangan. Maka perlu disiapkan upaya sehingga dalam proses implementasinya bisa terealisasi dengan kinerja yang tinggi, mulai dari input, process, output, hingga outcome dan impact.

“Perjanjian kinerja adalah wujud nyata komitmen antara penerima dan pemberi amanah untuk meningkatkan integritas, akuntabilitas, transparansi, dan kinerja Aparatur. Kita adalah penerima amanat dari rakyat melalui negara. Maka dedikasi kita kepada rakyat harus dipupuk setinggi-tingginya,” imbaunya.

Menurut Syarif Bando,  sudah bisa dibuktikan bahwa  ASN di Perpusnas berkinerja. Namun dirinya menegaskan bahwa tugas sebagai pejabat negara adalah sebagai quality control agar organisasi berjalan ke arah tujuan yang benar dan cepat.

“Jadi ada harus komando dari pimpinan. Agar kesatuan energi kita bisa mempercepat tercapainya tujuan. Karena itu perlu modal kemampuan teknis dan lapangan dan mendengar untuk mendapatkan alternatif pemecahan masalah menuju arah pencapaian,” tuturnya.

Lebih lanjut Syarif Bando menyampaikan perlu komitmen yang kuat, bukan sekedar kumpulan janji kinerja yang ditandatangani. Tapi harus menjadi awal sebuah kerja yang tuntas dan ikhlas, yang betul-betul menjadi ketetapan hati, dan benar-benar direalisasikan dengan baik di tahun anggaran 2022.

Indikator kinerja juga memerlukan evaluasi dan pelaporan kinerja. Pelaporan kinerja merupakan bentuk akuntabilitas dari pelaksanaan tugas dan fungsi yang dipercayakan kepada setiap instansi pemerintah atas penggunaan anggaran. Hal terpenting yang diperlukan dalam penyusunan laporan kinerja adalah pengukuran kinerja dan evaluasi serta pengungkapan secara memadai hasil analisis terhadap pengukuran kinerja.

Selain itu, pelaporan kinerja dilakukan dalam rangka memberikan informasi kinerja yang terukur kepada pemberi amanat, juga upaya perbaikan yang berkesinambungan bagi Perpusnas untuk meningkatkan kinerjanya.

Pada Tahun 2021 masih ada target kinerja yang belum tercapai. Namun Syarif Bando berharap bahwa pada tahun 2022 pelaksanaannya akan semakin baik. Dengan begitu Nilai Kinerja Anggaran (NKA) dan Nilai Kinerja Pelaksanaan Anggaran (IKPA) menjadi semakin optimal.

 

Reporter: Eka Purniawati

Fotografer: Prakas Agrestian

2 2022-01-20 Perlunya Sinergi Dalam Mengembangkan Perpustakaan

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Perpustakaan saat ini tidak hanya sekadar menjalankan fungsinya sebagai management collection, namun perpustakaan harus dapat melakukan transfer knowledge kepada masyarakat.

Paradigma mengenai perpustakaan pun telah berubah. Perpustakaan harus dapat menjangkau masyarakat. Hal ini untuk memudahkan masyarakat memanfaatkan buku bacaan yang ada di perpustakaan.

Demikian disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando saat menerima kunjungan  Bupati Bangka Tengah, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Provinsi Jatim, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Paser, dan Kepala Dinas Arsip dan Perpustakaan Kota Kendari, Kamis (20/1/2021).

Syarif Bando mengatakan, dalam pengembangan perpustakaan diperlukan sinergi dari komponen bangsa, termasuk pemerintah daerah. Sebagaimana yang tertuang dalam Pembukaan UUD 1945 bahwa tujuan negara, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia.

"Bahwa siapapun kita, baik eksekutif, legislatif maupun TNI/Polri, tugas kita hanya empat, salah satunya mencerdaskan anak bangsa. Jika masyarakat cerdas dan sejahtera maka negara akan kuat dan dapat diperhitungkan dalam kancah global," katanya.

Maka, Syarif mengajak pemangku daerah untuk mendukung mengembangkan perpustakaan di wilayahnya masing-masing dalam upaya membentuk sumber daya manusia yang unggul.

"Hadirkanlah perpustakaan, sebagai bangku terakhir bagi orang yang tidak masuk sekolah," ajak Syarif.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, dalam kunjungannya menyampaikan keinginannya untuk membangun literasi lebih baik lagi di wilayah Kabupaten Tengah.

"Ini menjadi komitmen dari Pemkab Bangka Tengah untuk meningkatkan literasi melalui perpustakaan. Kami berharap apa yang kami ajukan ini dapat perhatian dari Perpusnas," ungkap Bupati.

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Jawa Timur, Tiat S Suwardi menjelaskan, berbagai upaya yang telah dilakukan untuk meningkatkan indeks kegemaran membaca. Diantaranya, mengembangkan perpustakaan pondok pesantren, penyelamatan naskah kuno, dan mengembangkan perpustakaan dengan melakukan koordinasi dengan Dinas Pendidikan setempat.

"Selain itu, kami pun tengah berupaya mengembangkan perpustakaan desa melaluui pemanfaatan dana desa," ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Paser, Yusuf Semako menjelaskan, untuk meningkatkan literasi dan kepedulian terhadap perpustakaan, dirinya menggelar aksi 1 buku 1 PNS. Dari 5.000 pegawai, terkumpul sebanyak 10.000 buku.

"Ini membantu penambahan koleksi di perpustakaan. Kami lakukan ini agar perpustakaan tidak dianggap remeh, padahal tidak ada manusia hebat tanpa membaca," tegas Yusuf.

 

Reportase: Wara Merdeka

Fotografer: Ahmad Kemal

3 2022-01-19 Banyak Prestasi, Komisi X DPR RI Apresiasi Kinerja Perpusnas

Senayan, Jakarta – Komisi X DPR RI mengapresiasi kinerja Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI atas realisasi anggaran tahun anggaran 2021 sebesar 98,95 persen serta capaian prestasi yang telah diterima Perpusnas di sepanjang tahun 2021.

Dengan capaian tersebut, Komisi X DPR RI pun mendorong adanya penambahan anggaran Perpusnas untuk mengoptimalkan berbagai program kerja.

"Saya mengapresiasi capaian yang diraih Perpusnas. Seperti keberhasilan media sosialnya yang mendapat predikat terbaik dalam pengunaan bahasa Indonesia, ini cukup membanggakan," ujar Anggota Komisi X DPR RI Putra Nababan, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi X dengan Perpusnas pada Rabu, (19/1/2022).

Terkait dengan pencapaian yang telah dilakukan dalam memberikan pelayanan literasi di era pandemi, Legislator Fraksi PDIP ini mendorong Perpusnas terus fokus pada upaya peningkatan minat baca masyarakat.

"Saya harap capaian ini juga dapat berbanding lurus dengan perubahan budaya literasi di masyarakat," lanjutnya.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian pun mengapresiasi kinerja Perpusnas di tahun 2021. Menurutnya, dengan banyaknya pembangunan perpustakaan di daerah dapat menjadi pemantik gairah masyarakat untuk datang ke perpustakaan.

Hal senada diungkapkan oleh Legislator Partai Persatuan Pembangunan Illiza Sa'aduddin Djamal yang turut mengapresiasi sasaran program Perpusnas di tahun 2021 dapat melampaui target.

"Tetapi sangat disayangkan anggaran yang diberikan untuk Perpusnas masih terbatas. Tentu hal ini menjadi kontras dengan pencapaian yang telah diraih Perpusnas. Sehingga kami dorong perlu adanya penambahan anggaran," ungkapnya.

Dukungan tersebut juga disampaikan Fraksi Golongan Karya Adrianus Asia Sidot yang menilai program-program Perpusnas telah dirasakan oleh masyarakat sampai ke daerah pelosok, salah satunya program fisik pembangunan perpustakaan.

"Harus ada suara tegas dari Komisi X untuk mendukung peningkatan anggaran. ini sejalan dengan kinerja prestasi perpusnas," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando mengungkapkan, jika usulan tambahan sebesar Rp 1,9 Triliun yang telah disepakati pada tahun 2021 lalu dapat terealisasi,  maka pihaknya akan fokus pada peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial.

“Program ini akan kita bagi merata ke seluruh  wilayah Indonesia, hingga ke dusun-dusun. Sehingga masyarakat yang ada di tiap dusun dapat dicerdaskan sesuai dengan potensi daerahnya,” ungkap Syarif.

4 2022-01-18 Duta Baca Indonesia Berperan Penting untuk Membumikan Literasi

Jakarta - Duta Baca Indonesia (DBI) sebagai ikon sekaligus ujung tombak dalam kampanye budaya membaca harus berperan aktif untuk membantu meningkatkan indeks literasi masyarakat.

Tak hanya tentang baca dan tulis, dewasa ini, literasi terlibat dalam setiap aspek kehidupan manusia. Insan yang literat adalah mereka yang memiliki kemampuan untuk mengelola, memilah dan menggunakan informasi yang diterima dari berbagai sumber guna menyejahterakan serta meningkatkan kualitas hidup.

Dalam upaya menepis penghakiman dunia tetang rendahnya budaya baca di Indonesia, DBI, Gol A Gong menginisiasi program Safari Literasi yang mengangkat tema Membaca itu Sehat, Menulis itu Hebat. Program ini merupakan bentuk tanggung jawabnya dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat dalam bentuk pelatihan menulis agar bermunculan penulis-penulis baru di daerah. Karena sejatinya ketersediaan dan pendistribusian buku lah yang menjadi permasalahan.

“Program ini merespons tagline Perpustakaan Nasional (Perpusnas) tahun 2022 yakni Transformasi Perpustakaan untuk Mewujudkan Ekosistem Digital Nasional. Kelak seluruh kegiatan akan diarahkan ke literasi digital agar cakap dalam menggunakan digital,” ucap Gol A Gong pada kegiatan Talkshow dengan tema Membumikan Literasi untuk Kesejahteraan dan Kebahagiaan yang diselenggarakan secara hybrid, Selasa (18/1/2022).

Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, menanggapi bukti dari tingginya budaya baca masyarakat Indonesia ditandai dengan antusias masyarakat terhadap perpustakaan keliling yang ada di daerah. Lebih lanjut, permasalahan mengenai satu buku yang ditunggu untuk sembilan puluh orang dapat diatasi dengan menyiasati keterbatasan bahan bacaan dengan menyebarkan bentuk digitalnya agar lebih murah dan mudah dijangkau secara luas oleh masyarakat.

“Satu peluru memang hanya menembus satu kepala tapi sejatinya menghancurkan jutaan nilai kemanusiaan. Namun, satu buku yang didigitalkan akan menembus jutaan kepala sekaligus menumbuhkan miliaran nilai kemanusiaan baru,” ungkapnya.

Sementara itu, Anggota Komisi X DPR RI, Rano Karno, mengatakan program Safari Literasi merupakan sebuah terobosan yang out of the box untuk membuat masyarakat sadar bahwa kegiatan membaca berperan sangat penting dalam kehidupan.

“Membaca bisa menjadikan seseorang sukses, minimal bagi dirinya sendiri. Saya yakin masyarakat yang akan dikunjungi oleh DBI akan kembali membaca,” tegas Rano dengan optimis.

Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Niken Saptarini Zulkieflimansyah, mengisahkan kegiatan kampanye yang dia lakukan kepada masyarakat salah satunya adalah membumikan literasi dari hilir, melalui keluarga. Menurut Niken, keluarga berperan penting dalam membangun keterikatan anak terhadap buku. Selain keluarga, tambah Niken, institusi pendidikan juga memainkan peran yang sama penting.

“Peran keluarga penting untuk membangun keterikatan anak pada bahan bacaan, untuk menunjukkan betapa buku sangat menarik. Selain itu, kami juga akan berusaha untuk meningkatkan minat baca di lingkungan sekolah,” jelas wanita yang juga menyandang predikat Bunda PAUD tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Bunda Literasi Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Julie Sutrisno Laiskodat, menjelaskan bahwa ujung tombak pemerintah dalam mengembangkan daerahnya, khususnya dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), terletak di perpustakaan. Bagi Julie, tanpa literasi sebuah daerah tidak akan bisa berkembang.

“Kita bisa bahagia dan membuka wawasan serta mendapatkan kesejahteraan melalui literasi,” pungkas Julie.

Program Safari Literasi ini direncanakan akan berlangsung pada tanggal 18 Januari-2 April 2022 dengan rute perjalanan Jawa, Bali, NTB, dan NTT. Program ini merupakan kegiatan yang terjalin berkat kerja sama antara DBI dengan Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB), Forum Taman Baca Masyarakat (Forum TBM), Dinas Perpustakaan, dan Dinas Pendidikan Daerah.

Kegiatan talkshow ini juga dirangkaikan dengan penandatangan nota kesepahaman antara Perpusnas dan DBI. Nota kesepahaman ini merupakan tahun kedua dari penunjukkan Gol A Gong sebagai DBI (2021-2025).

Reporter: Basma Sartika

Fotografer: Ahmad Kemal Nasution

5 2022-01-17 Kepala Perpusnas: Kinerja Pegawai Harus Memberi Kontribusi Pada Kinerja Perpusnas

Salemba, Jakarta- Sesuai dengan terbitnya Permenpan RB nomor 8 Tahun 2021  Sistem Manajemen Kinerja Pegawai Negeri Sipil membawa transformasi dalam penyusunan sasaran kinerja pegawai (SKP). Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando mengingatkan agar kinerja pegawai harus memberikan kontribusi pada kinerja lembaga.

Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada kegiatan Bimbingan Teknis Penyusunan SKP dan Penilaian Kinerja PNS Perpusnas yang digelar pada Senin (17/1/2022).

“Saya berharap setelah adanya bimbingan ini para pegawai dapat menyusun SKP dengan baik dan benar dan memberikan dukungan pada kinerja Perpusnas sebagai pembina semua jenis perpustakaan di Indonesia,” ungkapnya.

Mengingat setiap tahun tagline Perpusnas berubah, maka kinerja pegawai juga harus disesuaikan dengan Indikator Kinerja Utama Lembaga.

Peraturan terkait perhitungan kinerja pegawai senantiasa mengalami perubahan dan penyesuaian. Menurut Analis Kepegawaian Ahli Madya, Badan Kepegawaian Negara mengatakan bahwa setiap pegawai negeri sipil diwajibkan menyusun SKP sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Kalau kita ilustrasikan sebuah sistem didahului dengan perencanaan. Perencanaan tersebutlah yang kita gambarkan dengan visi dan misi serta tujuan ke dalam rencana strategis organisasi,” paparnya.

Cari juga menekankan dalam penyusunan SKP harus mendukung dan selaras dengan tujuan lembaga sehingga kinerja individu akan mendorong peningkatan kinerja unit dan lembaga.

Setelah penyusunan SKP dan sebelum dilakukan penilaian perlu dilakukan pembinaan. Dengan begitu penilaian kinerja dapat dilakukan lebih efektif.

“Setelah dilakukan penilaian, maka akan dilakukan pemeringkatan yang hasilnya ada 3 cluster, yang kelompok dengan kinerja di atas, sesuai, dan di bawah yang diharapkan,” sebutnya.

Sebelumnya SKP berorientasi pada aktivitas atau kegiatan harian. Melalui peraturan yang baru SKP disempurnakan dengan berorientasi pada hasil kerja atau aktifitas.

Reporter: Eka Purniawati

Fotografer: Ahmad Kemal

6 2022-01-15 Perpusnas Dukung Pameran Seni Rupa Creative Freedom To Heal The Nation #2

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI kembali mendukung penyelenggaraan pameran para seniman yang terdampak pandemi Covid-19.

Pameran bertajuk Creative Freedom To Heal The Nation #2 merupakan kegiatan lanjutan dari pameran yang diselenggarakan pada 15-20 Oktober 2020. Pameran dengan tema Creative Freedom To Heal The Nation ini merupakan awal sebuah momentum budaya di saat pandemi dan menjadi ruang untuk memotivasi tumbuh kembangnya kratifitas seni.

Perpusnas sebagai penyedia jenis sumber pengetahuan, dalam upaya mewujudkan masyarakat berliterasi tentunya aktif mengambil peran dalam menyebarluaskan karya seni budaya Indonesia dengan segala keberagamannya.

"Ini menjadi kebanggan tersendiri bagi setiap anak bangsa, bahwa eksistensi seniman dan karya-karyanya layak untuk dipamerkan karena nilai-nilai budaya dan pengetahuan," ungkap Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando di Jakarta, Sabtu (15/1/2022).

Syarif Bando mengatakan, seni rupa merupakan salah satu subsektor dalam ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar jika dilihat dari kualitas, kuantitas, pelaku kreatif, hingga potensi pasar.

"Peran Perpusnas sebagai institusi perawat peradaban dapat dimaknai dengan menyediakan ruang bagi seniman dan masyarakat dalam mengekspresikan karya-karyanya," ungkap Syarif.

Dengan penyelenggaran pameran ini, lanjut Syarif, diharapkan dapat menjadi ajang pertemuan antar seniman, antara seniman dan masyarakat penikmat seni.

"Kreatifitas dan serangkaian pemikiran-pemikiran seniman dalam pameran seni rupa ini, dapat memberikan inspirasi dan edukasi untuk masyarakat secara luas," harapnya.

Pameran yang bertajuk "Creative Freedom to The Heal the Nation #2" diselenggarakan pada 15 Januari - 25 Februari 2022 bertempat di Ruang Pameran Lantai 4 Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta.

Pameran ini diikuti sebanyak 120 seniman yang berasal dari berbagai wilayah di Tanah Air. Diantaranya, Jakarta, Bandung, Jogja, Solo, Bali, Kupang, Flores, Papua, Kalimantan, dan Sulawesi.

Kurator Pameran Fajar Sidiq Sukirnanto mengatakan, tujuan pameran ini untuk menyatukan persepsi diantara lintas genre, lintas generasi maupun lintas agama. "Creative Freedom to The Heal the Nation merupakan sebuah pesan moral kepada masyarakat bahwa kita memang ada di dalam proses itu," kata Fajar.

Fajar menjelaskan, kreativitas seni yang disebut dalam kata freedom asalah cermin dari kebebasan berinteraksi seorang seniman. Pameran ini menjadi bentuk nyata eksistensi para seniman bertahan hidup di masa pandemi Covid-19.

"Barangkali memang kita benar terkena dampak ekonomi, tetapi seniman tetap bisa kreatif dalam keadaan tertekan, dalam keadaan kesulitan dan terbatas. Pandemi memang betul adanya tetapi seniman tetap kreatif di dalamnya" jelasnya.

 

Reportase: Mutiara Nurseha Alatas / Wara Merdeka

Fotografer: Ahmad Kemal Nasution