|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

21 Jun 2022

Puluhan Mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia Kunjungi Perpusnas

Medan Merdeka Selatan, Jakarta – Puluhan mahasiswa Institut Pendidikan Indonesia melakukan kunjungan ke Gedung Fasilitas Layanan Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Selasa (21/6/2022). Dalam kunjungan tersebut, diterima langsung oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan Sekretaris Utama Ofy Sofiana.

Wakil Rektor III Institut Pendidikan Indonesia mengatakan, kunjungannya ke Perpusnas menjadi bagian dalam upaya meyakinkan bahwa perpustakaan tetap menjadi pusat bagi pengembangan pengetahuan. Selain itu, Perpusnas juga menjadi bagian dari upaya memberdayakan masyarakat terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

"Mahasiswa sebagai agent of change diharapkan dapat membudayakan konsep literasi dalam kehidupan. Kami harap pengelola Perpusnas dapat memberikan informasi yang sekiranya diperlukan oleh para mahasiswa," katanya.

Sekretaris Utama Perpusnas, Ofy Sofiana menjelaskan, Perpusnas yang berada di Jalan Medan Merdeka Selatan adalah khusus digunakan untuk pelayanan publik masyarakat di bidang perpustakaan. Gedung layanan Perpusnas memiliki 24 lantai dan memiliki kurang lebih 35 jenis layanan.

Diantaranya, layanan anak, layanan difabel, layanan lansia, layanan monograf terbuka dan tertutup, layanan naskah kuno, layanan audiovisual, layanan multimedia, layanan lukisan dan foto. Tak hanya itu, Perpusnas juga memiliki layanan e-Resources berisi jurnal yang dapat diakses melalui ponsel.

"Layanan e-resources ini mungkin bermanfaat untuk mahasiswa dalam penulisan tugas akhir maupun skripsi. Layanan ini berisi jurnal dan dapat diakses secara gratis. Namun, perlu mendaftar sebagai anggota Perpusnas terlebih dahulu," jelasnya.

Lebih lanjut, Ofy Sofiana menjelaskan, fungsi Perpusnas sebagai pembina bagi seluruh jenis perpustakaan yang ada di Indonesia. Diantaranya, perpustakaan umum yang ada di provinsi, kabupaten/kota, perpustakaan khusus, perpustakaan perguruan tinggi, dan perpustakaan sekolah.

Sementara itu, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando berharap mahasiswa dapat memahami makna literasi yang tidak hanya sekadar dapat membaca dan menulis. Tetapi tingkatan tertinggi literasi yaitu menciptakan barang dan jasa yang berguna. Diharapkan mahasiswa juga nantinya setelah lulus mampu menciptakan lapangan pekerjaan sesuai jurusannya.

 

Reportase: Wara Merdeka

Fotografer: Aji

 



Diunggah oleh admin