|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

18 Oct 2021

Memaknai Nilai-Nilai Dasar BerAKHLAK Bagi ASN Perpusnas

Jakarta--Seorang aparatur sipil negara atau yang lebih dikenal dengan ASN sudah seharusnya memiliki orientasi sebagai pelayan masyarakat. Hal tersebut merupakan cerminan dari nilai-nilai dasar (core values) ASN yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif atau disingkat BerAKHLAK.

Demikian disampaikan Kepala Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaan Naskah Nusantara, Teguh Purwanto dalam amanatnya pada Apel Pagi, Senin (18/10/2021).

“Nilai yang ditekankan pertama kali adalah berorientasi pelayanan, dalam hal ini harus kita pahami bahwa berorientasi pelayanan tidak hanya melayani kebutuhan masyarakat melainkan juga memahami apa yang dibutuhkan masyarakat,” terang Teguh.

ASN yang bekerja di sektor perpustakaan memiliki tugas dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat akan literasi. Hal ini juga tertuang pada Undang-Undang Nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan yang menerangkan bahwa tujuan perpustakaan adalah memberikan layanan kepada pemustaka atau masyarakat umum untuk meningkatkan kegemaran membaca serta memperluas wawasan dan juga mencerdaskan kehidupan bangsa.

Proses pengimplementasian dari nilai ASN, yang berorientasi pelayanan sendiri harus diimbangi dan dilakukan dengan ramah, cekatan, solutif serta dapat diandalkan dalam menyelesaikan masalah. Hal tersebut harus ditanamkan pada setiap ASN mengingat perubahan dan perkembangan yang terjadi sangat cepat di dunia sehingga memaksa ASN untuk lebih cekatan dan solutif agar tidak tertinggal.

Oleh karena itu, perpustakaan juga diharapkan dapat berpacu dengan waktu dan dapat mengikuti perkembangan maupun perubahan yang terjadi saat ini. Dalam konteks berorientasi pelayanan, ASN Perpusnas diharapkan dapat lebih kreatif dalam melayani dan memenuhi kebutuhan informasi masyarakat terlebih dalam masa pandemi seperti saat ini.

“Pustakawan layanan perlu membangun jiwa yang berorientasi memberikan pelayanan yang mampu memberikan win-win solution dalam kondisi dan situasi yang berubah secara cepat dan tiba-tiba. Kepala Perpustakaan Nasional selalu menyatakan pemustaka adalah raja, oleh karena itu diperlukan jiwa melayani dalam memberikan layanan prokatif,” pesannya.

 

Reportase: Fauzan Abdi

 



Diunggah oleh admin