|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

06 Oct 2021

Peningkatan Indeks Literasi Butuh Sinergi Antar Komponen Bangsa

Sumbawa, NTB - Dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat di suatu wilayah diperlukan sinergi antara pemerintah daerah (Pemda), DPRD, maupun civitas akademika. Hal inilah yang tengah dilakukan Kabupaten Sumbawa Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai upaya meningkatkan indeks literasi masyarakat.

Bupati Sumbawa Mahmud Abdullah menyatakan bahwa kondisi indeks literasi masyarakat di wilayahnya masih berada di angka 5,177 atau masuk dalam kategori rendah. Sehingga diperlukan adanya sinergi dengan berbagai pihak dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat.

"Dalam meningkatkan indeks literasi, haru dilakukan secara sinergi dengan semua pihak, tidak hanya Dinas Perpustakaan saja tetapi dengan Dinas kominfotik dan Dinas Pendidikan. Bagaimanapun peran perpustakaan ini sangat penting di masyarakat, terlebih perpustakaan merupakan jantung dari pendidikan," ujarnya dalam gelar wicara Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Kabupaten Sumbawa dengan tema 'Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat' pada Rabu, (6/10/2021).

Mahmud menjelaskan, wilayah geografis di Kabupaten Sumbawa yang luas juga menjadi tantangan tersendiri bagi Pemkab setempat dalam meningkatkan literasi. Mengingat Kabupaten Sumbawa terdiri dari 24 kecamatan dan 157 desa/kelurahan.

"Dengan adanya bantuan mobil perpustakaan kelilling (MPK) dari Perpusnas ini sangat membantu sekali. Mendekatkan perpustakaan kepada masyarakat," ujar Mahmud.

Hal senada juga diungkapkan oleh Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviani. Menurutnya, dalam meningkatkan indeks literasi diperlukan sinergi dan kolaborasi. Menurutnya, diperlukan adanya taman baca dan pojok baca hingga di tingkat kecamatan.

"Budaya literasi di Sumbawa adalah tugas bersama. Taman baca maupun pojok baca tidak hanya berada di tingkat Kabupaten saja tetapi juga harus hadir sampai di tingkat Kecamatan dan desa," ungkap Dewi.

Untuk merealisasikannya, lanjut Dewi, ke depan Pemkab Sumbawa berencana untuk menyusun regulasi yang menyatakan bahwa desa dan kecamatan wajib memiliki pojok baca.

Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Abdul Rafiq menyatakan dukungannya pada peningkatan indeks literasi di Sumbawa. Salah satunya, dari sisi legilasi tahun ini pihaknya telah menginisiasi Ranperda dengan tema Pembudayaan Gemar Membaca di Kabupaten Sumbawa.

Dikatakan, di dalam Ranperda tersebut berisi poin pemikiran untuk mendorong pembudayaan gemar membaca di keluarga, masyarakat, satuan pendidikan dan pemerintah. Selain itu juga terdapat ketentuan mengenai hak masyarakat, kewajiban pemerintah hingga pengawasan dan pembiayaan.

"Kami berharap ketika Ranperda ini selesai bisa segera ditindaklanjuti," ujar Abdul.

Abdul mengusulkan, penyediaan perpustakaan yang representatif sehingga memberikan rasa nyaman bagi pemustaka. Ini sebagai strategi untuk menarik minat baca masyarakat.

"Dengan bahan bacaan yang bermutu tetapi perpustakaan tidak nyaman ini akan membuat kejenuhan. Jika perpustakaan nyaman, masyarakat akan betah membaca, maka minat baca itu akan ada," ujar Abdul.

Rektor Universitas Teknologi Sumbawa (UTS), Chairul Hudaya mengatakan, perguruan tinggi pun memiliki peran dalam meningkatkan indeks literasi masyarakat. Dengan membangun Desa untuk kesejahteraan masyarakat (MERDEKA) yang merupakan salah satu penjabaran dari kurikulum Kampus Merdeka yang digagas oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

"Sudah ada 45 desa yang kami bina dan menghasilkan 152 produk. Melalui program ini kami memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk bisa belajar dari univeritas yang sesungguhnya yakni di tengah masyarakat," kata Charul.

Selain itu, lanjut Chairul, pihaknya memiliki berbagai jurnal ilmiah yang menjadi bagian dari menyebarkan literasi. Tak hanya itu, berbagai inovasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat telah diciptakan. Seperti sepeda listrik dengan merk ngebUTS yang sudah diproduksi lebih dari 100 unit.

"Sepeda listrik ini menjadi kendaraan dinas di Provinsi Nusa Tenggara Barat, inovasi lainnya alat penyimpan ikan dengan tenaga surya, dan inovasi perangkat lunak. Inovasi ini meski sederhana tetapi dapat bermanfaat untuk masyarakat," lanjutnya.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Muhammad Syarif Bando mengapresiasi adanya pembahasan mengenai Perda tentang Pembudayaan Gemar Membaca.

Diharapkan Perda tersebut dapat mengakomodir keterlibatan civitas akademika dalam meningkatkan indeks literasi. Selain itu, memuat rasio jumlah buku yang dibutuhkan masyarakat Sumbawa, sebagai sebuah langkah revolusioner untuk memastikan ketersediaan bahan bacaan.

"Membaca seperti melatih otot untuk menjadi juara di ring tinju, kalau otot tidak dilatih akan kalah dalam olahraga, jika otak tidak dilatih pasti akan kalah pada indeks literasi," ujar Syarif.

Dikatakan proses membaca adalah suatu proses untuk membetuk struktur berpikir dari semua sel yang ada di otak manusia. Dari pemikiran yang berserakan menjadi cara berpikir yang rasional dan terstruktur.

"Semakin banyak buku kita baca maka semakin terbentuk struktur pemikiran logis dan rasional," lanjutnya.

Syarif Bando menjelaskan, saat ini paradigma perpustakaan sudah berubah. Perpustakaan tidak lagi hanya sekadar manajemen koleksi dan manajemen pengetahuan melainkan transfer pengetahuan.

"Perpustakaan jika mau eksis di tengah ketidakpastikan harus berubah. Saat ini kami tengah bertransformasi menjadi transfer pengetahuan. Lalu apa bisa dilakukan pustakawan? Ini yang kami lakukan dengan mengundang Bupati, Rektor, Ketua DPRD. Kita semua menjadi duta baca dalam bidangnya," terangnya.

Lalu, lanjut Syarif, paradigma perpustakaan tidak lagi masyarakat menjangkau perpustakaan tetapi perpustakaan menjangkau perpustakaan.

"Ini dibuktikan dengan Indonesia selama tiga tahun menempati top open access untuk jurnal ilmiah," ungkapnya.

Di akhir, Syarif Bando menegaskan, untuk meningkatkan literasi diperlukan kerja sama dengan kmponen bangsa untuk mencerdaskan anak bangsa. "Dengan sinergi dapat mempercepat peningkatan literasi dan peningkatan kualitas SDM," tegasnya.

Acara dirangkaikan dengan pengukuhan Wakil Bupati Sumbawa, Dewi Noviani sebagai Bunda Literasi Kabupaten Sumbawa 2021-2024.

Dalam kesempatan itu diserahkan secara simbolis bantuan Pojok Baca Digital (POCADI) untuk Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa Barat.

Selain itu juga diselenggarakan penandatanganan nota kesepakatan Perpusnas dengan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dancsebelas perguruan tinggi. Diantaranya, Universitas Teknologi Sumbawa, Universitas Samawa, Universitas Cordova, STKIP Taman Siswa Bima, STKIP Paracendikia NW Sumbawa, STKIP Yapis Dompu, STIH Muhammadiyah Bima, STIE Bima, STA Islam Nahdlatul Wathan Samawa Sumbawa, dan Institut Agama Islam Muhammadiyah (IAIM) Bima.

Reporter      : Wara Merdeka

Fotografer   : Prakas Agrestian



Diunggah oleh admin