|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

04 Oct 2021

Corporate University untuk Menciptakan SDM yang Semakin Profesional

Jakarta--Selain perkembangan pesat teknologi informasi dan komunikasi yang menuntut perubahan dalam segala hal, isu bonus demografi di Indonesia, rasio ketercukupan koleksi perpustakaan, tenaga perpustakaan, dan pemanfaatan perpustakaan di Indonesia juga turut berperan dalam mengubah tatanan kehidupan.

Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI sebagai unit kerja yang bertanggung jawab dalam perumusan dan pelaksanaan kebijakan, fasilitasi, bimbingan teknis, supervisi, evaluasi dan pelaporan di bidang pendidikan dan pelatihan berupaya beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi dalam menyiapkan SDM perpustakaan agar lebih berkompeten dan siap menghadapi tantangan perubahan zaman.

Plt. Kepala Pusdiklat Yahyono dalam sambutannya pada Apel Pagi, Senin (4/10/2021) menyatakan beragam pelatihan telah diselenggarakan dengan cara yang konvensional, blended learning, dan virtual learning. Cara tersebut ditempuh dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM perpustakaan sesuai perkembangan zaman untuk internal Perpusnas dan perpustakaan daerah di kabupaten/kota di seluruh wilayah Indonesia baik untuk saat ini maupun masa yang akan datang.

Yahyono mengutip pesan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Harya Wibisana mengenai sepuluh kompetensi soft skill yang dibutuhkan ASN untuk menghadapi tantangan perubahan saat ini dan masa mendatang, yaitu kemampuan memecahkan masalah kompleks, berpikir kritis, kreatif, memiliki kemampuan dalam manajemen manusia, kemampuan berkoordinasi, kecerdasan emosional, menilai dan membuat keputusan, orientasi pelayanan, negosiasi, dan fleksibilitas kognitif.

Oleh karena itu, untuk menyongsong perubahan zaman diperlukan adanya cara baru dalam menyiapkan SDM unggul untuk perpustakaan di Indonesia, yaitu corporate university.

Corporate university yang berhasil dan memberikan dampak signifikan di dalam meningkatkan kompetensi pegawai dan kinerja organisasi di sektor privat maupun BUMN akan dicoba diinternalisasi di sektor publik,” urai Yahyono.

Konsep ini memfungsikan seluruh instansi pemerintah sebagai lembaga pembelajaran dengan mengkombinasikan beberapa sistem pelatihan yang progresif edukatif, seperti e-learning, coaching, mentoring, dan on-the-job training. Corporate university memiliki jargon, belajar di mana saja, kapan saja, dan siapa saja melalui proses belajar yang sangat dinamis. Kementerian yang telah menerapkan strategi corporate university yaitu Kementerian Keuangan sejak 2016.

“Sudah saatnya Perpustakaan Nasional pun harus berupaya menerapkan konsep corporate university sebagai suatu pengembangan pelatihan tenaga perpustakaan. Corporate university merupakan modal awal yang baik untuk menciptakan SDM aparatur tenaga perpustakaan yang semakin profesional serta memiliki pola pikir dan budaya instansi yang mencerminkan integritas dan kinerja yang semakin baik ,” pungkasnya.

 

Reportase: Eka Cahyani

 

 



Diunggah oleh admin