|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

29 Sep 2021

Perpusnas Aktif Mendukung Hubungan Bilateral Indonesia­-Kazakhstan  

Jakarta—Duta Besar Indonesia untuk Kazakhstan Rahmat Pramono menyambut baik dukungan peran Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang secara aktif mendukung promosi hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan melalui kerja sama perpustakaan.

Hal ini disampaikan Rahmat Pramono saat soft opening Pojok Indonesia di Perpustakaan Akademik Nasional Republik Kazakhstan (RSI National Academic Library of Republic of Kazakhstan) yang berlangsung secara daring pada Rabu (29/9/2021).

“Saya mengapresiasi Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia, Bapak Muhammad Syarif Bando, yang secara aktif telah mendukung promosi hubungan bilateral Indonesia-Kazakhstan,” ujarnya.

Rahmat Pramono menjelaskan, sejak hubungan diplomatik Indonesia dan Kazakhstan dibuka pada 1993, kerja sama bilateral antarnegara berkembang sangat baik di berbagai bidang. KBRI Nur-Sultan yang dibuka pada 2010, memiliki tugas tidak hanya memperkuat hubungan baik di level pemerintah, namun juga mendorong kerja sama dan hubungan di tataran masyarakat.

“Itulah sebabnya keberadaan Pojok Indonesia ini memiliki arti yang penting untuk membantu memperkenalkan dan menampilkan Indonesia dari berbagai aspek dan perspektif secara luas kepada publik di Kazakhstan,” jelasnya.

Dalam soft launching Pojok Indonesia, KBRI Nur-Sultan menyumbangkan sekira 140 buku dalam bahasa Inggris dan Indonesia yang ditulis oleh para penulis dari Indonesia dan berbagai negara. Selain itu, Perpusnas menyumbangkan lukisan mengenai alam hasil karya pelukis Indonesia, Syafruddin.

Melalui buku-buku dan koleksi seni tersebut, diharapkan publik Kazakhstan dapat mengenal, memahami, dan tertarik untuk mempelajari Indonesia secara lebih dalam dari berbagai aspek.

Sementara itu, Kepala Departemen Kerja Sama Internasional Perpustakaan Akademik Nasional Republik Kazakhstan Elmira Salykova mengungkapkan dalam dua tahun terakhir, kerja sama diplomatik antarnegara mengalami penguatan. Meskipun Indonesia dan Kazakhstan terpisah jarak hingga 7.000 kilometer, dia berharap pertukaran buku dapat mempersatukan, mengenal budaya satu sama lain, dan bekerja sama dengan lebih erat.

“Kami telah menandatangani nota kesepahaman dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Kami mengadakan kegiatan-kegiatan bersama, Buku Kata-kata karya penyair besar Kazakhstan Abai Kunanbayuly telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Kami akan menyelenggarakan konferensi bersama tentang pengelolaan koleksi langka perpustakaan, dan kami telah merencanakan saling kunjung staf antara kedua perpustakaan,” urainya.

Pada akhir sambutannya, dia menantikan pengembangan kerja sama lebih lanjut pada masa mendatang. 

Reporter: Hanna Meinita



Diunggah oleh admin