|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

23 Sep 2021

Perpusnas Kupas Peran Buku Anak dan Layanan Anak

Jakarta – Membuat kegiatan membaca dan bercerita menjadi menyenangkan untuk anak? Mari kupas peran buku anak dan Layanan Anak di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI.

Perpusnas menggelar acara bertajuk Buku Anak dan Layanan Anak Perpusnas sebagai bagian dari rangkaian acara Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2021 pada Kamis (23/9/2021) secara daring melalui kanal Youtube Pujasintara Perpusnas dan aplikasi Zoom.

Acara ini menghadirkan dua orang narasumber yakni Dosen sekaligus Peneliti Kelas Ilustrasi Buku Anak dari Institut Teknologi Bandung, Riama Maslan Sihombing, dan Penutur sekaligus Penulis Cerita Anak, Aryo Zidni.

Aryo Zidni atau yang akrab disapa Kak Aio menyampaikan, pada usia emas anak nilai moral dalam cerita bisa disampaikan dengan cara yang menyenangkan. Adapun dua tips yang dapat digunakan dalam penyampaiannya pada anak, yakni “dikit-dikit dan “deket-deket”. Hal tersebut memiliki makna bahwa setiap cerita yang dibawakan harus disisipi dengan sedikit nilai moral atau kebaikan secara sedikit demi sedikit dan secara berulang. Dengan demikian, harapannya anak-anak tergerak untuk membuat kebaikan.

“Perkenalkan sesuatu yang baik dikit-dikit yang dekat-dekat dulu, itu maksudnya apa, jadi deket-deket dulu misalnya tentang yang dekat sama mereka di keluarga keluarga, deket-deket dulu yang di tempat bermain, deket-deket yang di lingkungannya,” ujar pendiri dari Ayo Dongeng Indonesia itu.

Riama dalam paparannya menjelaskan bahwa Perpusnas berperan sebagai motor pelestari kekayaan budaya bangsa dan pembangun generasi mendatang. Dia juga menjelaskan ada tiga hal yang bisa mulai dikenalkan kepada anak di periode emasnya. Ketiganya merupakan upaya yang dapat dilakukan dalam merangsang mereka untuk berpikir kritis.

“Satu, ga bosen-bosennya tentang kebaikan pokonya ya kepada anak-anak ya. Dan juga yang kedua, adalah tentang alam sebetulnya. Kita banyak sekali bisa belajar dari alam dan karena alam itu jujur ya, nggak berbohong ke kita nggak pilih-pilih. Lalu yang ketiga dari seni,” tutur Riama.

Dengan diselenggarakan acara ini banyak ide baru yang bisa dilakukan Perpusnas untuk mengembangkan Layanan Anak. Salah satunya adalah membuat rekomendasi 100 buku anak yang harus dibaca sebelum beranjak dewasa. Diharapkan kegiatan bercerita dan membaca dapat menjadi kegiatan yang menghibur sekaligus mengisi kegiatan anak untuk belajar secara menyenangkan.

Reporter: Syifa Azka Layalia



Diunggah oleh admin