|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

20 Sep 2021

Mengenal Lebih Dekat Layanan Koleksi Perpusnas

Medan Merdeka Selatan, Jakarta – Banyaknya ragam koleksi bahan bacaan di Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI pastinya menjadi daya tarik sendiri. Penasaran ada apa saja? Yuk, kenali lebih dekat!

Tak dapat dipungkiri bahwa Layanan Koleksi Perpusnas merupakan daya tarik utama bagi sebagian besar pemustaka yang mengunjungi Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas di Jalan Medan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta Pusat. Tak hanya untuk mencari informasi, Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas pun telah menjadi salah satu destinasi wajib dikunjungi di Jakarta. 

Menurut Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas, Rachelia Methasary, Perpusnas memang menjadi destinasi favorit pemustaka terutama Lantai 24. Hal tersebut dikarenakan posisi balkon yang menyuguhkan pemandangan Monumen Nasional (Monas) dimana berada tepat di seberang Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas.

Rachelia juga menambahkan bahwa di Lantai 24 terdapat Layanan Koleksi Budaya Nusantara yang wajib dieksplor oleh pemustaka. Layanan ini hadir sebagai wadah atau media untuk pengenalan kembali khasanah budaya dan kearifan lokal dari 34 provinsi yang ada di Indonesia. 

“Jadi diharapkan sih layanan ini bisa menumbuhkan kembali rasa cinta dan nasionalisme teman-teman terhadap kebudayaan dari daerah asal kita ataupun kebudayaan dari daerah-daerah lainnya,” ungkapnya.

Perpusnas juga menghadirkan layanan baru bersamaan dengan peresmian Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas pada tanggal 14 September 2017 yaitu Layanan Mancanegara yang menyediakan koleksi tentang sejarah, politik, budaya, dan ekonomi dari sekitar 60 negara.

“Ada 15.441 judul buku yang dapat dinikmati dengan bebas namun hanya bisa baca di tempat oleh pengunjung dikarenakan keterbatasan jumlah per eksemplar buku,” terang Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas, Aldila Putri Hakmi.

Salah satu tujuan utama dari keberadaan Perpusnas adalah menyediakan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka. Hal ini dapat terlihat dari ragam layanan yang menyesuaikan dengan kebutuhan pemustaka.

Perlu ditambahkan bahwa Perpusnas menganut beberapa sistem layanan, contohnya sistem layanan tertutup yang diterapkan di Layanan Monograf Tertutup. Namun tidak perlu khawatir karena pemustaka tetap dapat membaca koleksi di tempat.

“Dikarenakan jumlah eksemplarnya yang terbatas, peminjaman buku dibatasi hanya boleh dibaca di tempat saja. Pengambilan akan dilakukan oleh petugas dengan terlebih dahulu memesan buku melali OPAC atau Katalog Online yang disediakan Perpustakaan Nasional,” jelas Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas, Desviana Siti Solehat. 

Berbeda dengan Layanan Monograf Tertutup, pemustaka dapat bebas mengakses koleksi di Layanan Monograf Terbuka atau yang juga dikenal Layanan Koleksi Umum di Lantai 21 dan 22.

Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas, Amri Yahya, menerangkan bahwa dengan menjadi anggota Perpusnas dan berdomisili di Jabodetabek, pemustaka dapat meminjam buku yang ada dengan mudah. Sedangkan bagi yang bukan namun berdomisili di Jabodetabek, dapat melampirkan surat domisili agar dapat melakukan peminjaman.

Tak hanya menyediakan koleksi umum, Perpusnas juga menyediakan Layanan Koleksi Rujukan dan Ilmu Pengetahuan yang bertujuan untuk menunjang kegiatan penelitian seperti skripsi, tesis atau disertasi pemustaka. Tak hanya menyediakan rujukan dari hasil penelitian dari seluruh universitas di Indonesia, layanan ini juga membantu pemustaka dalam rujukan online seperti jurnal.

“Sebagai pustakawan, salah satu tugas utamanya adalah memberikan referensi bagi pemustaka, sehingga pemustaka berhak mendapatkan bimbingan dari pustakawan terutama dalam memanfaatkan koleksi-koleksi online dengan hanya perlu menemui pustakawan yang bertugas,” papar Pustakawan Ahli Pertama Perpusnas, Susi Setiyani.

Perpusnas juga berusaha memberikan layanan bagi semua kalangan, dalam hal ini adalah Layanan Disabilitas dan Lansia. Pustakawan Ahli Muda Perpusnas, Indah Ekaputri, menjelaskan bahwa layanan ini melayani penyandang disabilitas dari usia anak-anak hingga dewasa dan juga masyarakat yang telah lanjut usia yakni 60 tahun keatas.

“Menyediakan layanan untuk mendapatkan informasi dan rekreasi bagi yang memerlukan kebutuhan khusus seperti tuna netra dan tuna rungu adalah salah satu landasan bagi Perpustakaan Nasional menyediakan layanan ini. Sama halnya dengan layanan bagi lansia, mereka memerlukan informasi khusus untuk lansia yang dapat menunjang daya ingat mereka,” ucap Indah.

Kegiatan Sosialisasi Layanan Koleksi Perpusnas ini diselenggarakan pada Senin (20/9/2021) dan merupakan bagian dari rangkaian acara  dalam rangka memperingati Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca Tahun 2021. Dilaksanakan secara daring dan diikuti oleh ratusan peserta dari seluruh Indonesia.

Reporter: Noviani Maghfiroh



Diunggah oleh admin