|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

17 Sep 2021

Mengenal Berbagai Macam Koleksi Langka Unggulan Perpusnas

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Layanan Koleksi Langka Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI menyediakan koleksi langka yang memuat berbagai disiplin ilmu yang sebagian terbit pada masa kolonial Belanda dan ditulis dalam Bahasa Belanda.

 Layanan koleksi langka di Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas RI) dikhususkan melayani koleksi langka dengan tujuan untuk menambah pengetahuan studi literatur maupun penelitian yang berkaitan dengan sumber informasi jangka waktu abad ke-16 hingga abad ke - 19.

Koordinator Kelompok Substansi Layanan Monograf dan Berkala Langka, Luthfiati Makarim menjelaskan bahwa koleksi langka tidak hanya terbatas pada buku saja namun memiliki berbagai jenis koleksi langka lainnya. Seperti 78 surat kabar, 1281 jilid mikrofilm, 10.234 keping film, 8.584 rekaman suara, peta sebanyak 36.782 eksemplar, koleksi varia yang berisi gambar-gambar arsitektur di Indonesia sebanyak 1.109. Tak hanya koleksi fisik yang beragam, koleksi langka juga tersedia dalam bentuk koleksi digital dengan jumlah koleksi mencapai 68.033 konten.

Hal tersebut disampaikan Luthfiati pada acara Sosialisasi Koleksi Layanan Langka Perpusnas yang diselenggarakan pada Jumat (17/09/2021) sebagai rangkaian acara peringatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca 2021. “Peserta dapat mendepatkan pencerahan dan tentu saja informasi terkini mengenai koleksi langka yang ada dan satu-satunya di Perpusnas RI. Ada 195338 eksemplar buku langka yang menyimpan ragam informasi yang sangat kaya mengenai Indonesia.” Terang Luthfiati.

Tujuan dari penyelenggaraan sosialisasi ini adalah untuk mengenalkan dan mempromosikan layanan koleksi langka yang ada di Perpusnas dan prosedur tata cara pemustaka agar dapat memanfaatkan koleksi tersebut.

Acara ini menggaet beberapa pustakawan Perpusnas RI sebagai narasumbernya, Anes Nasrullah, Alia Ali, Tri Luki Cahya Dini dan Hety Setiawati. Sosialisasi ini juga dimoderatori oleh Pustakawan dari Pusat Jasa Informasi Perpustakaan dan Pengelolaaan Naskah Nusantara, Suparman.

Pada rangkaian sosialisasi layanan koleksi langka ini diawali  dengan pengenalan layanan majalah dan jurnal langka yang dibawakan oleh Hety Setiawati yang dikemas dalam “Sharing Asyik Seputar Mural (Majalah dan Jurnal langka)”.

Hety menerangkan bahwa koleksi majalah dan jurnal langka dapat diakses di lantai 23 di Gedung Layanan Perpusnas RI di Jalan Merdeka Selatan No. 11, Jakarta. Hety menerangkan berbagai jenis majalah dan jurnal langka yang tersedia di Perpusnas RI dengan salah satu koleksi majalah tertuanya yang terbit di tahun 1732 hingga terbitan berkala tahun 2014. “Dengan penataan yang rapi dan keren, koleksi langka juga dapat dianggap menarik dan keren. Apalagi ditambah instalasi art yang bagus akan menjadikannya iconic dan instagrammable.” terang Hety.

            Sosialisasi dilanjutkan dengan pemaparan tentang koleksi layanan foto, peta dan lukisan yang berada di Lantai 16, Gedung Layanan Perpusnas RI. “Dari koleksi foto dan peta langka ini, kita bisa melihat perkembangan Indonesia dari zaman sebelum merdeka hingga saat ini. Sehingga, diharapkan dapat memanfaatkan dengan baik koleksi yang ada karena ini bisa menjadi acuan bagi kita untuk belajar,” sebut Alia Ali.

            Pustakawan Perpusnas lainnya, Anes Nasrullah menerangkan bahwa selama banyak yang mengira buku langka itu buku-buku yang serius seperti membahas kebudayaan dan sejarah secara akademis misalnya. “Kenyataannya, banyak buku langka yang temanya dekat dengan keseharian kita seperti buku masak. Saya kira ini bisa menjadi perwakilan bahwa koleksi buku langka tidak hanya melulu orang-orang yang serius seperti akademis misalnya, ungkap Anes

            Atikah menjelaskan bahwa komik atau cerita bergambar yang ada di surat kabar telah menjadi penarik minat utama bagi masyarakat untuk membaca. Komik dianggap bacaan ringan dan mudah diterima bagi semua kalangan. “Dari hal sesederhana membaca komik mampu menumbuhkan minat baca masyarakat yang tumbuh menjadi kebudayaan membaca. Akhirnya terbit learning society dimana masyarakat masyarakat membaca yang siap berkompetisi di era persaingan global,” pungkasnya.

Rangkaian acara sosialisasi ini diakhiri oleh Tri Luki Cahya Dini dengan memperkenalkan koleksi langka yang ada di Layanan Koleksi Audio Visual. Tri merangkum ada empat jenis koleksi yang ada di Koleksi Audio Visual yaitu mikrofilm/mikrofis, dvd/cd/cd-rom, kaset pita/video dan piringan hitam yang akan segera dilayankan.

Salah satu koleksi unggulan di Koleksi Audio Visual adalah mikrofilm/mikrofis yang berisi surat kabar yang telah di alih mediakan ke dalam bentuk mikrofis. “Pelestarian surat kabar sangatlah penting karena surat kabar telah mendokumentasikan berbagai macam peristiwa sejarah dan pengetahuan. Surat Kabar juga menjangkau semua tingkat pembaca.” Jelas Tri mengakhiri sosialisasi layanan koleksi langka.

Reporter : Noviani Maghfiroh



Diunggah oleh admin