|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

14 Sep 2021

Gemilang Perpustakaan Nasional Tahun 2021: Buku, Instrumen Utama Gerakan Literasi

Jakarta—Komisi X DPR RI menilai kepedulian dan komitmen gerakan literasi yang dilakukan masyarakat, sangat mengesankan.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda dalam Gemilang Perpustakaan Nasional 2021. Gemilang Perpustakaan Nasional merupakan bentuk apresiasi dan penghargaan kepada masyarakat yang mendukung peran atau kiprah Perpusnas dalam membudayakan kegemaran membaca.

Syaiful Huda menyatakan apresiasinya kepada pegiat gerakan literasi dan Gemilang Perpustakaan Nasional. “Kami mengapresiasi setinggi-tingginya diselenggarakannya acara Gemilang Perpustakaan Nasional, apresiasi penghargaan yang diberikan oleh seluruh pihak, yang selama ini concern dan commit pada gerakan literasi pada tahun ini cukup luar biasa, dan diberikan dalam situasi Perpusnas telah memberikan capaian-capaian yang sangat menggembirakan pada tahun ini,” ujarnya dalam Gemilang Perpustakaan Nasional yang diselenggarakan secara hybrid, pada Selasa (14/9/2021).

Capaian Perpusnas dalam nilai Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat nasional 12,93, yang melampaui dari target 11,00, merupakan hal yang mengesankan. “Karena itu, apresiasi dan penghargaan dari berbagai lomba kami syukuri karena di tengah capaian yang luar biasa dari Perpusnas pada tahun ini,” jelasnya dalam Gemilang Perpustakaan Nasional yang diselenggarakan secara hybrid, pada Selasa (14/9/2021).

Pada masa pandemi covid-19, Komisi X DPR RI mencatat Perpusnas bergerak dengan cepat dan mampu beradaptasi. Perintisan perpustakaan digital dilakukan cepat dan mendapatkan apresiasi dari publik Indonesia.

Komisi X DPR RI melihat Perpusnas konsisten untuk mengadakan buku-buku yang berkualitas melalui berbagai program dan kegiatan. Ini menjadi penting karena buku merupakan instrumen yang tidak tergantikan dalam gerakan literasi. Oleh karena itu, kendala literasi di Indonesia, di mana masyarakat kesulitan mengakses buku, harus bisa diselesaikan.

“Saya meyakini setiap rumah satu buku pasti anak-anak kita termotivasi untuk membacanya. Dan gerakan literasi akan sukses apabila akses terhadap buku dan buku berkualitas terus diperjuangkan oleh Perpusnas,” ungkap legislator Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa.

Komisi X DPR RI menilai Perpusnas terus melibatkan komunitas penggerak literasi di seluruh Indonesia. Di tengah keterbatasan pemerintah, upaya merangkul semua kelompok gerakan literasi yang ada di Indonesia, merupakan jalan terbaik. Perpusnas diminta agar terus menggalakkan kolaborasi dengan komunitas penggerak literasi di Indonesia.

Syaiful Huda menambahkan, pihaknya akan terus mendorong seluruh kelembagaan, baik Kementerian Pendidikan, Kementerian Desa, dan Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk berkolaborasi menjalankan gerakan literasi. Ini untuk memperkuat peran perpustakaan sebagai jantung pendidikan.

“Karena investasi yang terbaik bagi masa depan sebuah bangsa adalah investasi sumber daya manusia. Investasi sumber daya manusia tidak ada jalan lain kekuatannya ditopang oleh menyiapkan SDM yang unggul dengan cara gerakan literasi terus digalakkan, buku-buku masuk ke seluruh rumah-rumah masyarakat dan penduduk di seantero Nusantara,” pungkasnya.

Gemilang Perpustakaan Nasional diselenggarakan untuk mengajak masyarakat mengenali kegiatan yang inspiratif, informatif, komunikatif, dan edukatif, yang dilaksanakan Perpusnas. Dalam acara ini, Nugra Jasadharma Pustaloka diberikan kepada pejabat publik, tokoh masyarakat, masyarakat, media massa, dan lifetime achievement, serta pelestari naskah kuno yang dinilai berhasil memfasilitasi dan mendorong pembudayaan kegemaran membaca.

Selain itu, dalam acara Gemilang dilakukan pengumuman pemenang sejumlah lomba yang diselenggarakan Perpusnas yakni lomba buku terbaik, lomba bertutur, lomba perpustakaan sekolah SMA sederajat, lomba perpustakaan umum desa/kelurahan, kontributor data tertinggi untuk Indonesia OneSearch, serta provinsi dengan nilai Tingkat Gemar Membaca (TGM) tertinggi dan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) tertinggi di Indonesia 2020.

Reporter: Hanna Meinita 



Diunggah oleh admin