|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

13 Sep 2021

Perpusnas Berikan Penghargaan untuk 30 Pelaksana Serah Tertib Karya Cetak dan Karya Rekam

Medan Merdeka Selatan, Jakarta – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberikan penghargaan kepada 30 pelaksana aktif serah, yang tertib menyerahkan karyanya.

Terdapat sepuluh jenis koleksi terbitan atau publikasi yang diserah-simpankan ke Perpusnas, diantaranya atlas/peta, buku/monograf, bulletin, majalah, grey literature, jurnal, laporan, surat kabar, tabloid, dan karya rekam analog.

Penghargaan untuk jenis koleksi Atlas/peta diserahkan kepada Penerbit Indo Buwana dan Penerbit CV. Orion, sedangkan jenis koleksi tabloid diserahkan kepada Yayasan Penerbit "Galura" Bandung dengan judul tabloid Galura, dan Penerbit PT. Duta Karya Swasta dengan judul tabloid Sinar Tani.

Jenis koleksi grey literature diserahkan kepada STIKES Ngudia Husada Madura, Magister Terapan Kesehatan Politeknik Kesehatan Kemenkes Semarang, dan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.

Jenis koleksi laporan, diserahkan kepada Bank Indonesia, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Barat, dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur Unit Statistik, Survei, dan Liaison.

Sementara jenis koleksi bulletin diserahkan kepada Politeknik Ilmu Pelayaran Semarang dengan judul bulletin Cakra Samodra, dan buletin Energia Weekly dari PT. Pertama (Persero) Corporate Communication-Corporate Secretary.

Untuk jenis koleksi majalah, penghargaan diserahkan untuk Penerbit PT Aspirasi Pemuda dengan judul Majalah Ayahbunda, Penerbit Gaya Favorit Press dengan judul majalah Femina, majalah Parlementaria dari Bagian Pemberitaan Sekretariat Jenderal DPRD RI, serta majalah Mangle dari Penerbit PT Mangle Panglipur.

Jenis koleksi jurnal, penghargaan diberikan untuk Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) WIlayah IV Jawa Barat dan Banten dengan jurnal Ekono Insentif, Universitas Padjajaran dengan jurnal Dharmakarya, dan Universitas Pertahanan dengan jurnal Pertahanan dan Bela Negara.

Sedangkan koleksi surat kabar, diberikan untuk Penerbit PT. Aksara Dinamika Jogja dengan surat kabar Harian Jogja, dan Penerbit PT Media Investor Indonesia dengan surat kabar Investor Daily Indonesia.

Jenis koleksi monograf/buku, diantaranya Penerbit Ellunar Publisher, Penerbit Goresan Pena, Penerbit CV. Graha Pustaka, Penerbit Farha Pustaka, Penerbit Bhuana Ilmu Populer, dan Penerbit Ashyara Media Indonesia.

 

Sedangkan jenis koleksi karya rekam analog diserahkan untuk Produsen Karya Rekam Armico, PT Multimedika Digital Indonesia, dan yayasan Kebudayaan Rancage.

Apresiasi Penulis, Penerbit dan Produsen Karya Rekam

Sementara itu, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh penulis, musisi, maupun penerbit yang secara tertib menyerahkan karya cetak maupun karya rekam ke Perpusnas. Hal ini sejalan dengan amanat Undang-undang Nomor 13 tahun 2018 tentang Serah Simpan Karya Cetak Karya Rekam (KCKR)

"Tanpa penulis, tanpa pengarang, tanpa penerbit, tanpa musisi, semua perpustakaan di seluruh dunia hanya simbol gedung tua yang tak berisi. Jadi, isi daripada perpustakaan yang menjadi simbol kemajuan peradaban adalah apa yang diciptakan penulis maupun musisi," ujarnya dalam Pekan Penghargaan Tahun 2021 yang diselenggarakan secara hybrid, Senin (13/9/2021).

Esensinya, lanjut Syarif Bando semua karya yang telah diciptakan itu adalah yang terbaik sesuai dengan kemanfaatannya oleh kelompok masyarakat yang memanfaatkannya. Dan menjadi tugas Perpusnas untuk menghimpun, menganalisis berapa banyak bahan bacaan yang tersedia dan berapa buku yang dibutuhkan masyarakat, sehingga jelas ada kemanfaatannya.

Dikatakan, siapa yang telah menuliskan buku, dia telah mendaftarkan keabadian namanya dalam suatu jaman yang tiada akhir. Dan begitu dahsyatnya ilmu pengetahuan yang dibukukan, jauh lebih dahsyat daripada persenjataan.

Karena satu peluru memang hanya menembus satu kepala tapi sejatinya menghancurkan jutaan nilai kemanusiaan, sebaliknya satu buku yang didigitalkan memang akan menembus jutaan kepala sekaligus menumbuhkan milyaran kemanusiaan baru.

"Itulah esensi peradaban. Terima kasih telah berkontribusi unuk simbol negara yang maju. Karena semakin banyak buku yang dihasilkan makin tinggi tingkat peradaban yang dicapai," ungkapnya.

Pekan Penghargaan Tahun 2021 ini, juga dirangkaikan dengan Talkshow dengan tema “Budaya dalam Karya” dengan narasumber Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana, Pemenang terbaik 1 subjek pantun Achmad Fahrodji dan Pemenang Audio Terbaik Perwakilan Jawa Barat Ismet Ruhimat ( Sambasunda ).

 

Reportase: Wara Merdeka

Fotografer: Ahmad Kemal / Prakas Agrestian



Diunggah oleh admin