|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

10 Sep 2021

Perpusnas Berikan Penghargaan untuk Penulis dan Musisi Terbaik

Medan Merdeka Selatan, Jakarta – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI memberikan penghargaan untuk penulis buku dan musisi/kontributor karya rekam audio terbaik.

Terdapat 36 buku terbaik dari enam subjek. Terdiri dari subjek agribisnis, Covid-19, investasi, media sosial, pantun Indonesia, dan pembelajaran jarak jauh. Sedangkan karya rekam audio terbaik, ada sebanyak lima musisi/kontributor dengan tema Musik Tradisional Indonesia.

Untuk subjek Agribisnis terbaik pertama diraih buku berjudul Kupas Tuntas Budidaya Belut karya Cahyo Saparinto dan Fajar Junariyata, subjek Covid-19 diraih buku berjudul Anti Panik! Buku Panduan Virus Corona karya dr. Jaka Pradipta dan dr. Ahmad Muslim Nazaruddin.

Subjek investasi, terbaik pertama diraih buku berjudul Who Wants to be a Smart Investor karya Lukas Setia Atmaja, buku berjudul Menggali Pundi-Pundi Lewat Tren Sosial Media meraih terbaik pertama di subjek Media Sosial, dan subjek Pantun Indonesia terbaik pertama diraih buku berjudul Semakin Santun karena Berpantun karya Achmad Fachrodji.

Sementara, subjek Pembelajaran Jarak Jauh terbaik pertama diraih buku berjudul Implementasi Social Presence dalam Bimbingan Online - dalam Konteks Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal, dan Impersonal karya Mudafiatun Isriyah dan Richardus Eko Indrajit.

Berbeda dari sebelumnya, tahun ini Perpusnas juga memberikan penghargaan untuk para musisi atau kontributor karya rekam audio.

Karya rekam audio terbaik dari Provinsi Jawa Barat diraih oleh kontributor: Sambasunda dengan judul Kembang Gadung, Lagu Keroncong Telomoyo dengan penyanyi Bram Titaley sebagai karya rekam audio terbaik dari Provinsi Jawa Tengah.

Si Mulih Karaben (Yang Pulang Sore Hari Those Who Return Home At Sundown) dengan pencipta Diaga Depari dan Penyanyi Sri Malem Br. Bangun sebagai karya rekam audio terbaik dari Sumatera Utara.

Sedangkan, karya rekam audio terbaik dari Provinsi Kalimantan Tengah diraih oleh kontributor Central Kalimantan Art Delegation dengan judul Tari Potoka Ponyang (Kalimantan Tengah). Dan Terra’ Pajjer, Poteh Temor, pencipta Jamhari sebagai karya rekam audio terbaik asal Provinsi Jawa Timur.

Proses penilaian buku dan karya rekam audio terbaik dilakukan selama bulan Juni hingga Agustus 2021 oleh 35 dewan juri. Terdiri dari akademisi, praktisi, pakar perpustakaan, pakar kebahasaan, dan pustakawan ahli Perpusnas RI.

Salah satu pemenang, Mudafiatun Isriyah mengucapkan terima kasih atas apresiasi Perpusnas dalam Penghargaan Buku Terbaik. Buku yang ditulis bersama Richardus Eko Indrajit ini merupakan jawaban atas kebutuhan masyarakat untuk pembelajaran jarak jauh. Pandemi virus Covid-19 berdampak pada berbagai sektor, termasuk pendidikan. Pemberlakuan physical distancing menjadi dasar pelaksanaan pembelajaran dari rumah.

“Untuk kalangan tertentu perubahan ini tidak mudah, perlu ada beberapa cara untuk memunculkan adanya interaksi. Buku ini dibuat agar pembaca memahami tentang social presence pada saat belajar online,”  ujarnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas, Ofy Sofiana mengatakan, pemberian penghargaan ini sebagai wujud apresiasi kepada para pelaksana serah yang telah aktif melaksanakan kewajiban serah simpan, dan penghargaan untuk penulis buku, para musisi/kontributor karya rekam audio.  

Penghargaan kepada penulis buku diberikan, lanjut Ofy, untuk memberikan motivasi agar secara konsisten menghasilkan karya berupa buku-buku berkualitas.

"Karena sejatinya para penulis adalah pahlawan literasi bangsa. Begitu juga dengan para musisi yang berkreasi melalui karya musik tradisional punya peran penting dalam melestarikan budaya bangsa," ungkapnya dalam Pekan Penghargaan Tahun 2021 yang diselenggarakan secara hybrid pada Jumat, (10/9/2021).

Ofy Sofiana menjelaskan, dasar hukum pelaksanaan Serah Simpan KCKR semakin dikuatkan dengan hadirnya Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2021 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-undang Nomor 13 tahun 2018 yang telah disahkan pada Maret 2021.

"Semoga hadirnya dua payung hukum ini dapat meningkatkan proses penghimpunan dan pelestarian karya cetak maupun rekam," jelasnya.

Pekan Penghargaan Tahun 2021 berlangsung pada 10 dan 13 September 2021. Acara tahunan tersebut, meliputi pemberian penghargaan Buku Terbaik, penghargaan Karya Rekam Audio Terbaik, penghargaan Pelaksana Serah Simpan Karya Cetak dan Karya Rekam, dan TalkShow "Budaya Dalam Karya".

Reportase: Wara Merdeka

Fotografer: Ahmad Kemal Nasution.



Diunggah oleh admin