|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

07 Sep 2021

Perpustakaan Digital adalah Solusi di Tengah Pademi

Jakarta - Perpustakaan harus mampu beradaptasi untuk tetap memberikan layanan kepada publik di tengah pandemi Covid-19 melalui konsep perpustakaan digital.

Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI yang mengemban tugas dalam hal membina semua jenis perpustakaan yang ada di Indonesia, sejatinya membutuhkan pertemuan yang intens untuk menumbuhkan pemahaman lebih dalam tentang perpustakaan. Namun di era pandemi ini, diperlukan sebuah strategi agar kebutuhan masyarakat akan bahan bacaan tetap terpenuhi, salah satunya dengan penyediaan perpustakaan digital.

“Di era pandemi ini strategi yang kita hadapi sama dengan Jepang untuk memperbanyak akses ke pelayanan digital. Perpustakaan Nasional saat ini sudah memiliki Indonesia OneSearch (IOS), Khastara, dan iPusnas,” ungkap Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando pada kegiatan Pre-Discussion Conference of Director National Library (CDNL) yang berlangsung secara daring, Selasa (7/9/2021).

Meskipun layanan onsite perpustakaan tutup selama masa pandemi, seluruh pustakawan Perpusnas tetap berupaya untuk memberikan layanan prima kepada masyarakat dengan cara membuat abstrak buku secara individual, membuat tutorial tentang bagaimana menumbuhkan kegemaran membaca dan juga tentang bagaimana mengelola perpustakaan dengan baik.

Sebagai perwujudan tanggung jawab dalam memberikan respons terdahap pandemi Covid-19 kepada masyarakat dan negara, Perpusnas membuat Coronapedia yang dapat diakses melalui iPusnas. Di dalam Coronapedia, masyarakat bisa menemukan informasi apapun tentang Covid-19 dan tanaman herbal yang diharapkan bisa menambah imun masyarakat.

“Perpusnas bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan RI untuk penyediaan informasi tentang Covid-19 di Coronapedia. Indonesia adalah negara yang dikenal dengan tanaman herbal yang paling lengkap di dunia sehingga beruntung rasanya bisa memberikan informasi tentang tanaman herbal yang mungkin bisa menambah imun masyarakat,” jelas Syarif Bando.

Lebih lanjut, Syarif Bando menambahkan bahwa perpustakaan adalah institusi peradaban yang mengelola nilai-nilai kemanusiaan secara universal. Untuk itu, sudah seharusnya perpustakaan di seluruh dunia bahu membahu untuk memikirkan jalan keluar dalam membangun kesetaraan antar bangsa di dunia.

Pada kegiatan Pre-Discussion Conference of Director National Library (CDNL) yang mengangkat tema “Upaya Perpustakaan Dalam Menghadapi Krisis Covid-19” ini, Indonesia berkesempatan untuk berdiskusi bersama Kepala Perpustakaan Nasional Australia, Marie-Louise Ayres, dan Kepala Perpustakaan Nasional Jepang, Motonobu Yoshinaga.

Reporter: Basma Sartika



Diunggah oleh admin