|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

25 Aug 2021

Perpusnas Beri Bantuan Pocadi dan DAK Fisik Untuk NTB

Mataram, Nusa Tenggara Barat- Perpustakaan Nasional memberikan bantuan 3 Pojok Baca Digital (Pocadi) yang akan dibangun Di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) melalui Dinas Perpustakaan Provinsi NTB, Kota Mataram, dan Kabupaten Lombok Tengah tahun ini. Bantuan diberikan secara simbolis oleh Kepala Perpusnas kepada Gubernur NTB,  Zulkieflimansyah saat pelaksanaan kegiatan Webinar Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat Prov. NTB yang mengangkat tema “Penguatan Peran Sisi Hulu Guna Peningkatan Indeks Literasi Masyarakat”, Rabu (25/8/21) di Graha Bakti Praja, Kantor Gubernur NTB.

Syarif Bando mengatakan, Perpusnas juga akan memberikan bantuan pembangunan gedung layanan perpustakaan modern di NTB senilai 15 miliar melalui bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2022 sebagai modal daerah wisata ini menjemput tantangan di era disrupsi. Disamping itu, Perpusnas berencana menempatkan Pocadi di Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata Mandalika.

“Bertahun-tahun Indonesia menikmati penghakiman dunia sebagai bangsa yang rendah budaya bacanya dan rendah indeks literasinya. Dengan kehadiran kita sebagai orang-orang di sisi hulu baik sebagai eksekutif, legislatif, yudikatif, kita akan menolong masyarakat ini untuk bisa keluar dari penghakiman dunia untuk kita,” sebutnya.

Menurut Syarif Bando, persoalan lain yang masih ada adalah terbatasnya bahan bacaan di tengah masyarakat.  Maka, dirinya mengajak pemerintah daerah NTB untuk dapat mendorong masyarakat di wilayahnya bergerak dalam dunia literasi menuliskan tentang budaya dan kearifan lokal yang ada di sana. Hal ini sebagai bagian awal mula tersedianya bahan bacaan di tengah masyarakat.

Di lain pihak, Zulkieflimansyah mengatakan apresiasi yang luar biasa atas perhatian Perpusnas untuk Provinsi NTB. Zul berharap membangun sumber daya manusia perpustakaan di NTB menjadi lebih baik dapat segera dilakukan dengan bantuan Perpusnas. Zul ingin penjaga perpustakaan di NTB dapat diberikan status sebagai pustakawan melalui pendidikan dan pelatihan.

“Perpustakaan ini ada ilmunya, ada caranya, ada seninya, dan kalau perpustakaan kita dihuni, dijaga, diarahkan oleh orang yang tepat tidak menjadi hambatan untuk mampu menembus segala batas di dunia saat ini.,” ungkapnya.

Zul berharap nantinya apabila NTB mampu dan diizinkan melakukan pelatihan pustakawan secara mandiri akan dapat mempercepat peningkatan indeks literasi masyarakatnya.

Dalam kesempatan yang sama, juga dilakukan Pengukuhan Niken Saptarini Widyawati sebagai Bunda Literasi Prov. NTB tahun 2021. Niken mengatakan dukungan terhadap peningkatan indeks literasi masyarakat dalam peran sebagai Bunda Literasi akan dilakukan melalui kegiatan peningkatan literasi berbasis keluarga dengan harapan dapat meningkatkan minat baca sejak dini.

“Kami akan lebih banyak menstimulasi minat baca untuk anak-anak yang berada pada usia dini. Ini sangat penting, karena semua upaya-upaya yang kita berikan pada anak usia dini akan terserap dengan sangat baik dalam benak anak tersebut sehingga menjadi sebuah kebiasaan, “ papar Niken.

Sekretaris Daerah Prov. NTB Lalu Gita Aryadi yang juga menjadi narasumber pada kegiatan ini juga mengungkapkan harapan pada perpustakaan di wilayahnya untuk bisa senantiasa merekam berbagai dinamika sosial yang terjadi di tengah masyarakat. Sehingga, NTB sebagai destinasi pariwisata dapat menyediakan informasi terkait kekayaan potensi, cara hidup maupun sejarahnya untuk orang-orang yang berkunjung ke sana melalui perpustakaan.

“Itu membutuhkan komitmen dari pemerintah tentunya. Penulis kita sudah banyak tinggal tugas Dinas perpustakaan dan kearsipan daerah untuk menghimpun potensi-potensi penulis tersebut dengan sayembara dan lain sebagainya sehingga ke depan bahan-bahan bacaan di NTB merupakan sesuatu yang kaya,” imbuhnya.

Dari sisi regulasi, Ketua DPRD Prov. NTB, Baiq Isvie Rupaedah menegaskan dirinya siap mendukung sebesar-besarnya terkait kebijakan maupun penganggaran dalam peningkatan literasi di NTB. Bahkan menurut Baiq, saat ini Perda Nomor 7 Tahun 2021 tentang penyelenggaraan perpustakaan telah dihasilkan dan menunggu untuk dapat segera diundangkan. “Sinergitas seluruh pemangku kebijakan di NTB sangat penting dalam rangka peningkatan indeks literasi kita,” pungkasnya.

Dalam rangka memperkuat sinergi, juga dilakukan Penandatanganan Nota Kesepakatan pengembangan perpustakaan antara Perpusnas dengan pemerintah provinsi dan 8 perguruan tinggi di NTB, salah satunya Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT)

Rektor UMMAT, Arsyad Abdul Gani mengungkapkan bukan minat baca masyarakat NTB yang menjadi masalah. “Sekarang kami sedang melakukan penelitian di Lombok Barat dan Lombok Tengah tentang kemampuan dasar baca siswa Sekolah Dasar. Mereka mengatakan tidak punya bahan bacaan, bahkan kalau ada koran masuk desa hampir robek karena berebut untuk dibaca. Itu menunjukkan bahwa mereka minat bacanya tinggi, hanya bahan bacaan yang tidak tersedia dan ini yang harus diperhatikan,” tutup Arsyad.

Reportase: Eka Purniawati



Diunggah oleh admin