|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

16 Aug 2021

Hadir Virtual Pidato Kenegaraan Presiden, Perpusnas Siap Sukseskan Target Pemerintah

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando bersama seluruh jajaran Eselon I dan Eselon II menyaksikan secara virtual Pidato Kenegaraan Presiden pada Sidang Tahunan Majelis Permusyawaratan Rakyat dan Sidang Bersama Dewan Perwakilan Daerah, dan Dewan Perwakilan Rakyat dalam rangka HUT ke-76 Republik Indonesia, serta Pidato Kenegaraan Presiden RI dalam rangka Penyampaian RUU tentang APBN TA 2022.

Dalam pidatonya, Presiden Joko Widodo menyatakan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi tetap menjadi prioritas Pemerintah ke depannya. "Pandemi telah mengajarkan kepada kita untuk mencari titik keseimbangan antara gas dan rem, keseimbangan antara kepentingan kesehatan dan perekonomian," ucapnya.

Untuk sektor ekonomi, penciptaan lapangan pekerjaan dan produktifitas merupakan solusi perekonomian yang ditargetkan pemerintah. "Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga,harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor. Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas," tambah Joko Widodo.

Potensi digital juga menjadi perhatian Presiden Joko Widodo. Pemerintah terus mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital untuk meningkatkan produktifitas masyarakat. "Partisipasi dalam ekonomi digital ini sangat penting karena potensinya yang sangat besar. Nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun. Nilai ini diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021," tambahnya.

Setelah pidato tersebut, Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando langsung berkoordinasi dengan seluruh Pejabat Eselon I dan II yang menyaksikan bersama secara virtual. Setidaknya ada tiga tahapan yang perlu dilakukan Perpusnas sesuai arahan pada pidato Presiden.

Pertama adalah pembahasan dengan DPR RI dalam rangka penetapan skala prioritas anggaran 2022. Kedua, fokus penganggaran dan kegiatan 2022 adalah pada pembangunan kualitas SDM yang titik fokusnya pada kemampuan penciptaan barang dan jasa atau produksi dalam negeri. “Mengutip dari Presiden, produksi hanya bisa ditingkatkan kalau kita memiliki (kualitas) SDM dan ini sudah sesuai dengan formula (sasaran strategis) yang kita susun,” ucap Syarif Bando.

Tahap ketiga adalah mempertajam program yang akan dilaksanakan di tahun 2022. “Untuk memastikan kegiatan-kegiatan skala prioritas dapat kita laksanakan di tahun 2022, di samping pembahasan yang akan kita lakukan dengan Komisi X DPR RI, dalam rangka penyusunan TOR (Kerangka Kerja) dan RAB (Rencana Anggaran Biaya), tolong dibuat dalam format yang betul-betul siap untuk dilaksanakan. Kita tidak dapat menghindari resiko-resiko yang mungkin terjadi, tapi yang dapat kita harapkan adalah ada usaha maksimal yang kita tempuh untuk memastikan penyelenggaraan kegiatan kita lebih awal dan siap,” tambah Syarif Bando.

Ekosistem digital dalam menumbuhkan ekonomi juga menjadi perhatian Syarif Bando. “Ketika semua aktifitas banyak berhenti karena pandemi, justru digital tumbuh dengan pesat. Karena itu, prioritas kita di tahun 2022 untuk meningkatkan layanan digital,” pungkasnya.

Reportase: Radhitya Purnama



Diunggah oleh Tuty