|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

16 Jun 2021

Sosialisasi Pengukuran Kinerja melalui E-Kinerja

Salemba, Jakarta – Bertempat di aula Perpustakaan Nasional RI, Biro SDM dan Umum menyelenggarakan Sosialisasi Pengisian Aplikasi E-Kinerja pada Rabu (16/6/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut dihadiri oleh seluruh staf Perpustakaan Nasional, mengingat pengisian aplikasi e-kinerja harus mencapai target yang telah ditentukan dan selanjutnya akan dinilai oleh KASN.

E-kinerja merupakan aplikasi yang seterusnya akan digunakan untuk mengukur kinerja setiap pegawai Perpustakaan Nasional RI. Kinerja yang tercatat tersebut secara tidak langsung berkorelasi dengan pembayaran tunjangan kinerja. Oleh karena itu, setiap pegawai wajib mengisi aplikasi tersebut setiap harinya. Pengisian aplikasi kinerja merupakan implementasi kewajiban kementerian/lembaga untuk menunjukkan kinerjanya sebagaimana diatur dalam PP No. 8 tahun 2006 tentang pelaporan keuangan dan kinerja instansi pemerintah.

Kepala Perpustakaan Nasional RI, M. Syarif Bando, dalam sambutannya menekankan agar semua bekerja keras untuk mencapai target, terutama karena masih banyak yang harus dikejar. “Karena pengukuran kinerja Perpustakaan Nasional dari bobot 25 kita hanya dapat 15, jadi kita harus mengejar 10 lagi. Ini memang berat sekali,” pesannya.

Selain itu, ia menggarisbawahi bahwa penting bagi pimpinan untuk mampu membuat rumusan tugas kepada seluruh anak buahnya yang kinerjanya akan berkontribusi pada kinerja Perpustakaan Nasional yang selanjutnya akan dilaporkan kepada Presiden dan DPR.

“Bagaimana bapak membagi tugas agar semua SDM yang ada itu bisa berkontribusi. Karena tidak semua kemampuan pegawai yang ada di bawah itu sama. Ada yang mungkin kalau di tugas ini tidak akan efektif, tapi kalau kerjakan tugas yang lain justru sangat efektif. Karena ada perbedaan kompetensi. Sejauh mana bapak-bapak dan ibu-ibu memberikan limit waktu agar dia bisa berada pada posisi yang dikendalikan, bukan unlimited,” imbuhnya. 

Syarif kembali mengingatkan yang paling penting pada saat ini adalah apakah pimpinan tinggi madya, pratama, koordinator memahami ke mana arah perpustakaan ini mau dibawa.

Sekretaris Utama Woro Titi Haryanti menjelaskan bahwa sangat penting bagi semua untuk secara terus menerus disiplin, konsisten, dan berkomitmen untuk mengisi aplikasi yang memerlukan pembiasaan. 

“Setiap harinya mungkin nggak usah banyak-banyak dulu kita buat aktivitasnya mungkin 3-5 aktivitas yang harus kita buat setiap harinya sehingga kita tidak tertinggal,” pesan Woro.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi, Ofy Sofiana mengharapkan ke depannya masih akan ada pelatihan untuk menginput data pada aplikasi e-knierja, mengingat masih ada beberapa hal yang harus disempurnakan berdasarkan masukan dari peserta sosialisasi.

 

Reportase: Radhitya Purnama



Diunggah oleh Tuty