|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

30 Apr 2021

Duta Baca Indonesia Harus Bisa Kolaborasikan Aksi dan Narasi

Medan Merdeka Selatan, Jakarta- Perpustakaan Nasional RI melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan pegiat literasi Heri Hendrayana Harris atau yang akrab disapa Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia (DBI) menggantikan Najwa Shihab. Pengukuhan DBI kali ini dilaksanakan secara khidmat melalui kegiatan “Pengukuhan dan Talk Show Duta Baca Indonesia: Berdaya Bersama Buku” yang juga menghadirkan narasumber anggota Komisi X DPR RI Rano Karno, Direktur Utama PT. Balai Pustaka Achmad Fachrodji, dan Abang Buku DKI Jakarta Satria Bahar di Auditorium Soekarman Perpusnas Jalan Merdeka Selatan, Jumat, (30/4). 

Dalam sambutannya, Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando menyampaikan tugas Duta Baca Indonesia sekarang tidak kalah berat dengan sebelumnya. “Duta Baca sebelumnya telah berhasil membangun narasi yang kuat perihal pentingnya kegemaran membaca dan literasi. Maka peranan dan tanggung jawab Duta Baca Indonesia ke depan harus mampu mengkolaborasikan antara narasi dan aksi dengan menggunakan semua instrument sosial dan pemberdayaan seluruh komponen bangsa,” ungkapnya.

Kepala Perpusnas mengharap dengan terpilihnya Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia yang baru, dapat memberikan warna baru bahwa kegemaran membaca dan literasi serta meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat.

Senada dengan itu, Anggota DPR RI Komisi X, Rano Karno menyatakan dukungannya terhadap pengukuhan Gol A Gong sebagai Duta Baca Indonesia. “Saya yakin Gol A Gong sebenernya sudah menjadi duta baca bahkan sebelum dilantik. Beliau sudah sangat paham apa itu baca,” tegasnya. Rano Karno juga yakin Gol A Gong akan sanggup menjalankan tugas beratnya apabila ditunjang dengan infrastruktur yang memadai.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Balai Pustaka Achmad Fachrodji juga menyampaikan harapan pada Duta Baca Indonesia tahun 2021 tersebut untuk dapat segera memulai tugas. “Saya harapkan agar bekerja cepat karena yang namanya masyarakat dalam peningkatan literasi harus cepat tidak menunggu waktu,” pintanya.

Pegiat literasi milenial sekaligus Abang Buku DKI Jakarta, Satria Bahar menambahkan bahwa agak sulit membiasakan minat baca di generasi kaum milenial. Namun banyak cara dan celah untuk mengajak generasi milenial lebih aktif lagi dalam gerakan peningkatan literasi. “Literasi bukan agenda kelas menengah ke atas atau menengah ke bawah namun agenda lintas generasi dan sektoral,” pungkasnya.

Ditunjuknya Gol A Gong adalah representasi pilihan publik. Perpustakaan Nasional RI melalui Pusat Analisis Perpustakaan dan Pengembangan Budaya Baca Perpustakaan Nasional RI menyebarkan kuesioner digital pada periode kuartal akhir 2020. Dari aspirasi yang terhimpun sebanyak 60% dari total 10.800 kuesioner yang masuk menghendaki sosok yang memiliki latar belakang pegiat literasi menjadi Duta Baca Indonesia selanjutnya.

 

Reportase: Noviani Maghfiroh

Fotografer: A. Kemal Nasution

 



Diunggah oleh admin