|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

03 Mar 2021

Kepala Perpusnas Menghadiri Rakornas Penanggulangan Bencana

Jakarta—Presiden Joko Widodo membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Penanggulangan Bencana Tahun 2021. Rakornas mengusung tema "Tangguh Hadapi Bencana" dan dibuka oleh Presiden, di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu (3/3/2021). Kepala Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI Muhammad Syarif Bando turut hadir dalam pembukaan secara virtual. Syarif Bando turut didampingi pejabat pimpinan tinggi madya dan pratama di lingkungan Perpusnas.

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Bahkan Indonesia masuk 35 negara paling rawan risiko bencana di dunia. Presiden menekankan kunci utama dalam mengurangi risiko adalah pencegahan dan mitigasi bencana. "Tahun kemarin saja, kita menghadapi 3.253 bencana. Per hari, berarti kurang lebih sembilan. Bukan sebuah angka yang kecil tapi cobaan, ujian, dan tantangan itu yang harus kita hadapi, baik bencana itu mitologi maupun bencana geologi," kata Presiden.

Karenanya, perencanaan harus dibuat dengan baik dan teliti. Kebijakan nasional dan daerah harus sensitif terhadap kerawanan bencana. Saat ini, pemerintah sudah memiliki Rencana Induk Penanggulangan Bencana 2020-2024 melalui Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2020. "Bukan hanya berhenti dengan memiliki grand design dalam jangka panjang, tapi berani dan itu harus bisa diturunkan dalam kebijakan-kebijakan, dalam perencanaan. Perencanaan termasuk tata ruang yang sensitif dan memperhatikan aspek kerawanan bencana serta tentu saja dilanjutkan dengan audit, pengendalian kebijakan, dan tata ruang yang berjalan di lapangan, bukan di atas kertas saja," jelasnya.

Bencana Covid-19 disebut Presiden merupakan bencana kemanusiaan yang tidak pernah ada pembandingnya dalam sejarah sisi kesehatan dan sisi ekonomi. Kondisi ini harus diselesaikan dalam waktu bersamaan dengan 215 negara di dunia secara cepat, inovatif, dan berkolaborasi dengan negara-negara lain, termasuk lembaga internasional.

Usai pembukaan, Syarif Bando menginstruksikan jajarannya agar mendukung peningkatan literasi kebencanaan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Doni Monardo dalam pembukaan Rakornas menyatakan literasi kebencanaan harus ditingkatkan. Selain itu, Syarif Bando menyatakan Perpusnas harus menyebarkan informasi pidato Presiden, sambutan Kepala BNPB, dan kaleidoskop kebencanaan. "Kita harus menginformasikan kepada masyarakat karena kita berfungsi untuk menyebarkan informasi," ungkapnya.

Reporter: Hanna Meinita

Fotografer: Radhitya Purnama



Diunggah oleh admin