|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

29 Dec 2020

Meningkatkan Produktifitas ASN di Era Digital dan Pandemi Covid19

Salemba, Jakarta- Sebuah hal yang sangat penting untuk segala jenis perpustakaan di seluruh Indonesia dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Menurut Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando, sebuah perpustakaan di era modern seperti ini harus dapat mengemban tugasnya bukan hanya sebagai institusi untuk mengelola koleksi semata. Namun harus mampu mengimplementasikan peran dalam membangun peradaban manusia melalui beragam informasi yang dimiliki.

“Tantangan yang masih menjadi tugas berat untuk diselesaikan adalah bagaimana membangun kualitas sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Perpustakaan Nasional. Selain itu juga bagaimana menyikapi perubahan cara kerja di lingkungan Perpustakaan Nasional seperti di masa pandemi seperti saat ini,” ungkapnya.

Untuk memperoleh pemahaman yang seragam terkait manajemen aparatur sipil negara (ASN) serta upaya peningkatan produktifitas di era digital, Perpusnas menyelenggarakan sosilalisasi manajemen ASN untuk seluruh pegawainya yang digelar secara daring pada Selasa (29/12).

Kepala Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Bima Haria Wibisana yang hadir sebagai narasumber menyampaikan bahwa seorang ASN memang harus menjadi bagian dari setiap perubahan yang terjadi akibat hadirnya teknologi informasi yang semakin berkembang. “Perubahan itu terjadi dari berbagai macam aspek. Mulai dari aspek pekerjaan, tempat bekerjamnya, dan pekerja itu sendiri terkait pola interaksi kerjanya,” paparnya.

Sayangnya di Indonesia menurut Bimas Haria masih banyak ASN yang sama sekali tidak memahami hal tersebut dan enggan berinovasi. Hal tersebut bisa dilihat pada posisi Indonesia yang berada di urutan 7 ASEAN pada Indeks Inovasi Global. Padahal dia menyebut inovasi harusnya datang dari masing-masing individu yang kemudian akan memberikan pengaruh pada kesiapan lembaga atau institusi dimana ASN berada untuk menghadapi berbagai perubahan.

Indonesia sendiri mengalami perubahan yang begitu cepat dan dibarengin dengan beragam faktor pendorong seperti bonus demografi, hadirnya era industry 4.0, dan munculnya pandemi Covid19. Hal tersebut tentu menjadi tantangan tersendiri, terutama bagi institusi yang belum mempersiapkan diri untuk perubahan-perubahan tersebut.

“Bekerja di era normal baru memiliki tantangan seperti meningkatnya volume kerja, meningkatnya tuntutan analisis dan pengelolaan big data, dan peningkatan transaksi interaksi pekerjaan secara digital,” sebutnya.

Untuk itu di dalam membangun produktifitas di era normal baru menurut Bima Haria ada 4 hal penting yang perlu diperhatikan yaitu membangun budaya sehat, membangun lingkungan kerja digital, membangun kebersamaan tim kerja yang kuat, serta mengembangkan profesionalitas diri.

Reportase: Eka Purniawati

 

 

 



Diunggah oleh admin