|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

18 Nov 2020

Di Tengah Era Digital, Kehadiran Perpustakaan Masih Dinantikan

Salemba, Jakarta - Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando kembali menegaskan minat baca masyarakat Indonesia tidak rendah. Namun minat yang tinggi ini tidak tidak sesuai dengan jumlah buku yang dibaca. Menurutnya, ini terlihat dari animo masyarakat, khususnya anak-anak di daerah, yang sangat tinggi untuk mendapatkan bahan bacaan.

"Faktanya kuda pustaka di Gunung Slamet sampai hari ini masih menjadi favorit bagi anak-anak di sana, perahu pustaka di Mandar, becak pustaka, ada angkot pustaka di Bandung, bahkan ada sapi pustaka di Lampung, dan perpustakaan keliling selalu dikejar berlomba anak-anak jika buku itu datang," jelasnya saat menyampaikan arahan dalam Sinkronisasi dan Harmonisasi Usulan Dana Alokasi Fisik Subbidang Perpustakaan Daerah Tahun 2021 yang diselenggarakan secara virtual pada Rabu (18/11/2020).

Kondisi ini menggambarkan betapa anak Indonesia mencari bahan bacaan yang baru, bervariasi, dan tidak mahal. Karenanya, Syarif menilai kehadiran perpustakaan masih sangat dibutuhkan masyarakat di tengah era digital dan kemajuan teknologi informasi. Perpustakaan merupakan simbol peradaban yang mengoleksi seluruh informasi dan ilmu pengetahuan berupa karya cetak dan digital bangsa.

"Di perpustakaan kebanggaannya adalah bisa membagikan ilmu setiap hari, bisa memberikan pesan kebaikan setiap hari, dan tak ada satu orangpun di muka bumi yang tidak membutuhkan perpustakaan, kecuali orang itu tidak berbicara tentang masa depan. Karena itu kepada rekan seperjuangan saya yang ada di provinsi, di kabupaten, terus semangat," urainya.

Pada 2021, Perpusnas kembali menyalurkan DAK Fisik Subbidang Perpustakaan Daerah untuk perpustakaan provinsi dan kabupaten/kota. Tahun depan, DAK fisik subbidang perpustakaan dianggarkan sebesar Rp 550 miliar yang terdiri dari enam menu yakni pembangunan gedung perpustakaan daerah, perluasan gedung daerah, renovasi gedung daerah, pengadaan perabot layanan, pengadaan TIK layanan, dan pengadaan bahan perpustakaan baik cetak maupun digital.

Deputi Bidang Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Deni Kurniadi menyatakan DAK Fisik Subbidang Perpustakaan bertujuan mengembangkan infrastruktur layanan perpustakaan umum (provinsi dan kabupaten/kota) agar sesuai dengan Standar Nasional Perpustakaan, pemerataan akses layanan perpustakaan, dan sinergitas pemerintah pusat dengan pemerintah daerah dalam pembangunan perpustakaan umum di seluruh wilayah Indonesia.

Sementara itu, Dirjen Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan Putut Hari Satyaka menyatakan rencana kerja usulan daerah penerima DAK Fisik Subbidang Perpustakaan paling lama dilakukan hingga Desember 2020. Pada kesempatan tersebut, dia berharap pemerintah daerah dapat memanfaatkan kebijakan di Kementerian Komunikasi dan Informatika yang pada 2021 fokus pada internet.

"Bisa menjadi sebuah kesempatan bagi seluruh perpustakaan di Indonesia untuk memanfaatkan fokus dari Kominfo untuk mengembangkan perpustakaan di daerah sehingga masyarakat pun nantinya bisa berbondong-bondong kalau misalnya akses internetnya di rumah belum ada wi-fi, dan lain sebagainya bisa datang ke perpustakaan untuk mengakses internet dan mendapatkan pengetahuan," tuturnya.

DAK tahun mendatang sebagian besar merupakan carry over dari tahun 2020 yang telah ditetapkan dalam rencana kerja. Karena pandemi Covid-19, DAK tahun 2020 yang semula dianggarkan Rp 450 miliar mengalami refocusing di mana sebesar Rp 74 miliar sudah dilaksanakan. Melalui DAK tahun 2020, sejumlah gedung baru perpustakaan sudah berdiri di beberapa wilayah Indonesia di antaranya Kalimantan Utara, Kabupaten Seram Timur, Kabupaten Sanggau, Kabupaten Blora, dan Kabupaten Nias Utara.

Reporter: Hanna Meinita

Fotografer: Raden Radityo



Diunggah oleh admin