|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

18 Nov 2020

Permohonan ISBN Melonjak Selama Pandemi, Perpusnas Luncurkan Interface Baru Aplikasi Layanan ISBN Online

Salemba, Jakarta- Perkembangan International Standart Book Number atau yang lebih dikenal dengan ISBN di Indonesia diawali dengan Temu Ilmiah International Standard Book Number (ISBN) dan Cataloging in Publication (CIP) pada akhir tahun 1984. Hingga sampai saat ini Perpustakaan Nasional sebagai lembaga pengelola ISBN sudah mengeluarkan 2.361.150 rentang ISBN yang telah didistribusikan kepada penerbit di seluruh Indonesia.

Perpustakaan Nasional berupaya untuk senantiasa meningkatkan layanan ISBN baik dari segi prosedural maupun dari segi fasilitas. Hal tersebut dibuktikan dengan peluncuran interface baru aplikasi layanan ISBN Online yang dilakukan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando secara daring pada, Rabu (18/11). Acara ini selain dalam rangka peluncuran juga sekaligus memberikan sosialiasi penggunaan Interface Baru aplikasi ISBN yang dihadiri perwakilan penerbit di seluruh Indonesia.

“Sejak April 2018 seluruh layanan ISBN diberlakukan online melalui website isbn.perpusnas.go.id. Dan Interface baru aplikasi ini merupakan pengembangan yang disesuaikan dengan kebutuhan layanan baik dari sisi admin penerbit maupun dari sisi admin ISBN,” ungkap Syarif Bando.

Syarif bando juga menyebut di masa pandemi Covid-19 ini permohonan ISBN semakin melonjak hingga mencapai 112.263 judul dengan 121.393 ISBN. Bahkan terdapat permohonan ISBN untuk 1.476 judul bertema covid-19. Hal ini membuktikan bahwa kreatifitas masyarakat menerbitkan karya buku cetak masih sangat tinggi.

“Saat ini perkembangan buku digital (e-book) juga mulai dirasakan kebermanfaatannya. Saya berharap para penerbit kedepannya dapat mengimbangi penerbitan buku di era digitalisasi dengan mengambil peran dalam penerbitan buku dalam bentuk digital,” imbuhnya.

Syarif bando menegaskan semua penerbit mempunyai hak dan kesempatan untuk bergabung dalam kegiatan pengembangan koleksi buku digital melalui aplikasi iPusnas. Layanan ISBN pun memfasilitasi pendaftaran ISBN ebook yang lebih cepat guna mendukung upaya ini.

Senada dengan hal tersebut, Deputi Bidang Pengembangan Bahan Perpustakaan dan Jasa Informasi Ofy Sofiana mengungkap perubahan interface baru layanan ISBN ini memberikan beberapa kemudahan bagi para penerbit.

“Kemudahan yang didapat terletak pada sisi registrasi, kemudahan penerbit menyampaikan informasi data buku, dan kemudahan yang terkait kendala-kendala dalam penyampaian berkas,” jelas Ofy.

Ofy berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi wadah para penerbit untuk menyampaikan saran dan masukan dalam penyempurnaan layanan ISBN online oleh Perpustakaan Nasional.

 

Reportase: Eka Purniawati



Diunggah oleh admin