|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

05 Nov 2020

Literasi di Indonesia Masih Terkendala Infrastrukur

 Sukabumi, Jawa Barat— Perpustakaan Nasional, Pemerintah Kota Sukabumi, dan DPR RI fokus terhadap budaya literasi dengan meningkatkan kualitas pelayanan membaca bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Wali Kota Sukabumi Ahmad Fahmi ketika memberi sambutan dalam kegiatan Peningkatan Indeks Literasi Membaca di Auditorium Politeknik Sukabumi, Jum'at, (6/11).

"Kami mempermudah layanan untuk literasi dengan menyediakan pojok baca di tempat-tempat terbuka," katanya.

Langkah yang ditempuh pemda mendapatkan dukungan penuh dari anggota Komisi X DPR RI Dapil Sukabumi, Desy Ratnasari.

"Tentunya kami dukung kebijakan anggaran yang menjadi program utama yang bisa menghadirkan anggaran lebih besar lagi setiap tahunnya," katanya.

Dengan kebijakan dari Pemda dan pemangku jabatan lainnya dalam upaya meningkatkan budaya literasi di Kota Sukabumi menjadikan Sukabumi menjadi salah satu kota dengan tingkat literasi paling tinggi di Jawa Barat.

"Kota Depok dan Sukabumi adalah kota dengan tingkat literasi yang tinggi di Jawa Barat," ucap Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando.

Masih di kesempatan yang sama, Kepala Perpusnas mengatakan kendala digitalisasi perpustakaan yang dihadapi Indonesia adalah fasilitas yang belum merata untuk seluruh daerah.

"Kalau kita membaca melalui media elektronik biasanya butuh perangkat harus ada alat elektroniknya, listriknya, internetnya kalau kita bicara internet belum semua wilayah terjangkau atau kadang-kadang terganggu," katanya.

Namun begitu, Kepala Perpusnas juga masyarakat tidak perlu membandingkan mana yang lebih baik antara buku digital dan elektronik karena keduanya memiliki kelebihan masing-masing.

"Media untuk membaca itu baik di laptop di hand phone, komputer atau manual itu adalah cara," lanjutnya. Seluruh bahan dan sumber buku baik itu digital maupun elektronik diambil dari buku cetak.

Oleh karena itu, Syarif Bando meminta agar seluruh perpustakaan mempunyai karya cipta baik itu digital maupun fisik.

"Semua perpustakaan wajib menyediakan karya ciptanya, karya rekamnya, digital dan elektroniknya jadi sama saja," katanya.



Diunggah oleh admin