|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

20 Oct 2020

Literasi adalah Modal 'Upgrade' Diri

Salemba, Jakarta - Literasi bukan hanya sekedar membaca, namun juga memahami dan mampu mengimplementasikan apa yang sudah dibaca ke dalam kehidupan kita. Untuk itu, sosialisasi gemar membaca harus semakin dikembangkan. Karena literasi juga memainkan peran penting dalam peningkatan ekonomi masyarakat.
 
Tahun 2045 digadang sebagai tahun emas Indonesia karena sektor pariwisata akan memberikan devisa terbesar. Adapun sektor turunan yang pasti menopang berasal dari usaha kecil dan menengah dalam kuliner, transportasi, tempat tinggal, dan lain sebagainya. Atas pertimbangan itulah wajib hukumnya bagi pelaku usaha untuk memahami market yang ada, mempelajari sistem management yang diperlukan, memiliki moral serta pengetahuan teknologi yang baik.
 
"Perpustakaan merupakan solusi dalam meningkatkan kesejahteraan bangsa. Teknologi adalah unsur yang penting dan semua bisa didapatkan melalui buku," ungkap Anggota Komisi X DPR RI, Sofyan Tan.
 
Lebih lanjut Sofyan sepakat dengan pernyataan bahwa literasi memiliki manfaat dalam peningkatan ekonomi masyarakat. Dengan membaca peluang hidup masyarakat akan lebih baik karena ilmu dan pengetahuan telah dikuasai.
 
"Pengusaha tidak cukup dengan modal uang, upgrade diri adalah suatu kewajiban," tambah Sofyan pada Webinar ‘Literasi dalam Membangun Ekonomi Masyarakat’ yang diselenggarakan Perpustakaan Nasional bekerja sama dengan Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Selasa, (20/10).
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, Halen Purba, memahami bahwa untuk mewujudkan masyarakat cerdas dengan pengembangan literasi membutuhkan usaha yang luar biasa besar.
 
"Dasarnya adalah membangun masyarakat untuk gemar membaca," ucap Halen.
 
Adapun upaya yang patut dilakukan untuk membangun masyarakat agar gemar membaca, dalam paparannya Halen mengatakan bahwa yang menjadi tolak ukur utama adalah kebiasaan membaca keluarga.
 
Halen Purba juga menyampaikan bahwa perpustakaan wajib bertanggung jawab untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana layanan perpustakaan, menambah jumlah bahan bacaan yang berkualitas guna peningkatan keterampilan, memfasilitasi bimtek kepada tenaga pengelola perpustakaan, serta mengembangkan layanan perpustakaan berbasis digital atau online.
 
Mendukung pernyataan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sumatera Utara, narasumber terakhir yakni Penerima Dampak Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial, Samidi, mengajak  pihak internal dan eksternal perpustakaan daerah berkomitmen untuk bekerjasama dalam implementasi program gemar membaca.
 
"Program yang berkelanjutan akan mendapat dampak dimana kelak masyarakat mampu meningkatkan kualitas diri, pengetahuan, bahkan penghasilan untuk memenuhi kualitas hidup mereka," jelas Samidi. "Literasi mampu membangun kualitas masyarakat ke arah yang lebih baik," tutupnya.
 
Reporter: Basma Sartika


Diunggah oleh admin