|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

29 Sep 2020

Penerjemahan Buku Abai Qunanbayuly Dorong Hubungan Indonesia-Kazakhstan Lebih Erat

Salemba, Jakarta -- Perpustakaan Akademik Nasional Kazakhstan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kazakhstan dan Kementerian Kebudayaan dan Olah Raga Kazakhstan menyelenggarakan peluncuran online buku karya Abai Qunanbayuly yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia pada Selasa (29/9/2020).

Penerjemahan buku tersebut bertepatan dengan perayaan 175 tahun kelahiran penyair, komposer, dan filsuf kenamaan Kazakhstan, Abai Qunanbayuly. Mahakaryanya yang berjudul “Words of Edification” berisi pemikiran dan pendapatnya yang tidak lekang oleh waktu dan berlaku universal.

Buku “Words of Edification” merupakan buku pertama Kazakhstan yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Buku ini diterjemahkan oleh Aditya Saleh Ab Rahim, seorang warga negara Malaysia yang berlatar belakang separuh Indonesia dan memahami empat bahasa.

Perwakilan penerbit yang turut hadir dalam acara tersebut, Mary Nair, menjelaskan proses penerjemahan tersebut dilakukan oleh tim yang dipilih berdasarkan tidak hanya kemampuan bahasanya tapi juga kemampuan menguasai latar belakang budaya penutur bahasa agar pembaca tetap mampu menangkap maksud asli sang penulis walaupun dalam bahasa asing.

Peluncuran buku online tersebut mempertemukan sejumlah pihak dari 3 (tiga) negara yang terlibat dalam penerjemahan buku “Words of Edification”. Beberapa tokoh yang turut hadir dalam acara tersebut di antaranya, Duta Besar Kazakhstan Daniyar Sarenekov, Duta Besar Indonesia Rahmat Pramono, Kepala Perpustakaan Akademik Nasional Kazakhstan Umutkan Munalbaeva, Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia Muhammad Syarif Bando, Fadli Zon, dan Kang Abik.

Fadli Zon menjelaskan bahwa penerjemahan buku merupakan wujud pertukaran budaya yang dapat mendorong rasa saling pengertian dan menyingkirkan rintangan perbedaan di antara kedua negara. Perbedaan budaya yang ada kadang justru menyingkap kemiripan yang dapat merekatkan hubungan.

Duta Besar Kazakhstan Daniyar Sarenekov dalam sambutannya mengharapkan semoga buku terjemahan ini membuat rakyat Indonesia dapat mempelajari lebih banyak tentang Kazakhstan.

Senada dengan Daniyar, Kepala Perpustakaan Nasional Indonesia juga berharap penerjemahan buku ini selain untuk memperkenalkan budaya Kazakhstan kepada masyarakat Indonesia juga dapat mempererat hubungan antar dua negara.  “Saya berharap karya sastra ini dapat memberikan pemahaman yang lebih luas kepada masyarakat Indonesia terhadap Kazakhstan dan nantinya akan mendorong hubungan yang lebih erat antara Indonesia dengan Kazakhstan,” pungkas Muhammad Syarif Bando.

Perpustakaan Akademik Nasional Kazakhstan tidak lupa menampilkan lagu karya Abai diiringi dombra (alat musik tradisional Kazakhstan) sebagai hiburan di sela-sela acara.

 

 

Reportase: Eka Cahyani

Fotografer: R. Radityo



Diunggah oleh admin