|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

21 Sep 2020

15 Finalis SLTA/MA Masuki Babak Akhir Penilaian Lomba Perpustakaan

Salemba, Jakarta –Sebanyak 15 sekolah masuki babak akhir penilaian  Lomba Perpustakaan SLTA/MA tingkat Nasional. Peserta merupakan hasil seleksi berjenjang yang digelar di tingkat kabupaten/kota dan provinsi.

Ajang tersebut diharapkan dapat memotivasi penyelenggaraan perpustakaan sekolah/madrasah yang berbasis standar nasional perpustakaan sehingga mampu memberikan pelayanan prima kepada masyarakat sekolah dan sekitarnya.

Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan Perpusnas Deni Kurniadi mengatakan untuk mewujudkan manusia yang berkualitas dan berdaya saing diperlukan sumber daya manusia yang adaptif, kreatif dan inovatif. Dan perpustakaan sekolah/madrasah menjadi bagian dari cita cita tersebut.

Sesuai amanah Undang-undang Perpustakaan Nomor 43 Tahun 2007, Perpusnas memiliki tugas pembinaan, pengembangan evaluasi dan koordinasi terhadap pengelolaan berbagai jenis perpustakaan dan mengembangkan standar nasional perpustakaan.

“Saat ini tidak kurang dari 1.257 perpustakaan sekolah sudah memenuhi standar Perpustakaan Nasional. Namun, jumlah tersebut masih sedikit jika dibandingkan dengan total perpustakaan sekolah di Indonesia,” jelasnya pada arahan Kunjungan Lapangan dan Penilaian Akhir Lomba Perpustakaan SLTA/Madrasah Tingkat Nasional yang digelar secara virtual pada Senin, (21/9).

Deni menambahkan, perlu ada kebijakan khusus dalam pengembangan perpustakaan sekolah dan madrasah yang sesuai dengan standar nasional. Kami mengharapkan dukungan pemerintah daerah sepenuhnya untuk menerapkan standar perpustakaan tersebut.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala Pusat Pengembangan Sekolah/Madrasah dan Perguruan Tinggi Perpusnas Nurcahyono mengatakan 15 finalis ini merupakan peserta yang telah mengikuti tahapan penilaian berjenjang di tiap wilayah.

“Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya aktivitas kunjungan dan penilaian akhir dilakukan secara virtual. Meski begitu, hal itu tidak mengurangi bobot penilaian dari para juri,” katanya.

Ada sembilan komponen dalam penilaian, diantaranya organisasi perpustaakaan, gedung atau ruangan perpustakaan, sarana dan prasarana, anggaran perpustakaan, tenaga pengelola, koleksi, pengolahan bahan perpustakaan, dan promosi perpustakaan (layanan, kerjasama perpustakaan, program dan kegiatan). Selain itu, terdapat penilaian juga pada komponen penguat, seperti prestasi, apresiasi, kreativitas, inovasi dan komitmen.

 Reportase : Wara Merdeka



Diunggah oleh admin (2020-09-21 14:08:32)