|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

15 Sep 2020

Inovasi Layanan Perpusnas di Masa Pandemi Covid-19

Jakarta -- Perpustakaan Nasional (Perpusnas) berkomitmen untuk melaksanakan amanat UUD 1945, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. Apalagi pemerintah telah menetapkan visi Indonesia 2045, Indonesia menjadi negara ekonomi modern dengan kesejahteraan berkualitas.

Dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2021, perpustakaan merupakan salah satu pendukung pembangunan manusia berkualitas dan berdaya saing, di mana perpustakaan adalah pusat ilmu pengetahuan, pemberdayaan masyarakat dan pusat kebudayaan.

Selama pandemi Covid-19, perpustakaan harus tetap hadir sebagaimana kondisi normal sebelum pandemi dengan menyediakan layanan secara online. Oleh karena itu, layanan Perpusnas tetap berjalan menyesuaikan dengan situasi yang ada sekarang. Pada masa PSBB transisi, Perpusnas membuka layanannya dengan menerapkan protokol kesehatan dan pembatasan pengunjung untuk mencegah penularan Covid-19. “Yang paling utama adalah kesehatan dan keselamatan pustakawan,” ujar Luthfiati Makarim, Pustakawan Madya Perpusnas pada paparannya di Webinar “25 Tahun Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca”, Selasa (15/9).

Hal lainnya yang mutlak dilakukan Perpusnas dalam melayani pemustaka, yaitu dengan mengoptimalkan pemanfaatan koleksi digital dan layanan online yang sudah ada, seperti iPusnas, e-resources, IOS, dan Khastara. Selain itu, memperkuat kesiapan sistem jaringan, sarana prasarana, dan SDM untuk mendukung ketersediaan layanan online. Perpusnas juga berinovasi dengan menyediakan fasilitas bookdrop untuk pengembalian buku dan Zoom meeting gratis bagi pemustaka yang ingin menyelenggarakan seminar online. Pustakawan Perpusnas juga tidak kalah aktif selama pandemi dengan membuat berbagai infografis dan video promosi perpustakaan dan memberikan layanan referensi melalui fitur “Tanya Pustakawan”. 

“Era pandemi ini memberikan tantangan sekaligus peluang bagi layanan perpustakaan,” tegas Luthfiati. Ia menjelaskan bahwa dengan keterbatasan mobilitas pemustaka, maka kebutuhan layanan perpustakaan online semakin meningkat dan di sinilah peran pustakawan sangat penting dalam menciptakan inovasi dan mengembangkan kreativitas untuk memberikan layanan prima kepada pemustaka.

 

Reporter: Eka Cahyani



Diunggah oleh admin