|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

07 Sep 2020

Kualitas Yang Ditentukan Dari Yang Dibaca

Salemba, Jakarta-Bonus demografi segera dinikmati bangsa Indonesia ketika memasuki usia seabad kemerdekaan pada 2045 mendatang. Limpahan sumber daya alam menjadi modal pembangunan. Potensi istimewa namun bisa tidak berdampak apapun jika para generasi berikutnya tidak dibekali pengetahuan dan informasi yang cukup.

Era teknologi 4.0 membawa perubahan signifikan. Dalam hitungan detik semua perkembangan dunia bisa disaksikan. Namun, banyak informasi yang tidak dikenal dan bisa merusak kecerdasan berpikir jika tidak dibentengi dengan kualitas literasi seseorang," ujar Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando saat memberikan arahan pada kegiatan Lomba Bertutur Tingkat SD/MI Nasional 2021 yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin, (7/9).

Literasi mempunyai peranan penting dalam menjaring dan menyaring sumber informasi sehingga siapapun terutama anak-anak dan remaja tidak terjerumus kepada hal yang negatif dikarenakan informasi yang salah dan tidak tepat. Literasi harus dipahami sebagai proses belajar sepanjang hayat yang dimaknai sebagai penguatan kualitas hidup. Literasi sebagai sesuatu yang diterapkan (applied), sebuah praktis dan merupakan hal yang disituasikan (situated).

Dalam upaya peningkatan literasi, perpustakaan mempunyai peranan penting melalui beberapa kegiatan seperti lomba bertutur, story telling, kontes resensi dan penulisan (esai) buku, pembuatan karya ilmiah dan lainnya. Literasi tidak hanya untuk siswa akan tetapi juga untuk seluruh masyarakat.

Pada aspek yang lain, Kepala Perpusnas meyakini di masa mendatang kemajuan peradaban akan menyebabkan praktek konvensional hilang dan berganti dengan teknologi siber. Pertarungan dunia tidak lagi beradu kekuatan militer tetapi beralih kepada perang teknologi atau virus.

Indonesia pada usia seabad nanti diharapkan bisa memegang kendali dunia. Julukan adidaya tidak lagi dikuasai oleh beberapa negara saja. Syaratnya, mau bekerja keras dan membaca. Kualitas manusia ditentukan oleh kualitas yang dibaca saat ini.

"Apapun peran yang dimainkan tanpa membaca maka tidak ada power. Kemampuan dan kualitas SDM akan membawa Indonesia menjadi bangsa yang berdikari, berdaulat dalam ekonomi," tambah Syarif Bando.

Perpustakaan dalam banyak kesempatan diartikan dapat mengolah SDM yang melimpah rentetan program aktif yang melibatkan masyarakat agar mampu memperbaiki kualitas kesejahteraan hidup.

Pelibatan pemerintah daerah juga dibutuhkan program yang digulirkan mendapatkan dukungan maksimal. Keberhasilan program seperti transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial bisa dijadikan contoh bagi daerah untuk mengadaptasi kegiatan serupa. Bahkan jauh lebih kreatif dan inovatif.

Pelaksanaan Lomba Bertutur SD/MI Tingkat Nasional diikuti oleh pewakilan dari seluruh provinsi. Kegiatan berlangsung dari tanggal 7-10 September. Para peserta diberikan kesempatan tampil selama 15 menit dan dipersilakan berkreasi dari yang dibacanya dipadu-padankan dengan kemampuan tuturnya.

Reporter : Agus Djoko, Rizki Agung

Fotografer : Ahmad Kemal

 

 



Diunggah oleh admin