|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

15 Jun 2020

Pembekalan Pengelola Arsip pada Sentral Arsip Aktif

Medan Merdeka Selatan, Jakarta — Salah satu poin yang menjadi penilaian dalam evaluasi reformasi birokrasi yaitu kegiatan kearsipan suatu kementerian/lembaga. Semakin tinggi indeks kearsipan maka akan turut mendongkrak indeks reformasi birokrasi, yang pada akhirnya akan meningkatkan tunjangan kinerja kementerian/lembaga tersebut.

Pada “Pembekalan Pengelola Arsip pada Sentral Arsip Aktif”, Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional, Sri Sumekar, mengapresiasi kinerja Biro Umum khususnya pengelola kearsipan yang telah berprestasi meningkatkan indeks kearsipan. Sekedar catatan, pada pengawasan eksternal kearsipan 2019, indeks kearsipan Perpusnas meningkat menjadi 80,19. Imbasnya, berdampak pada peningkatan indeks reformasi birokrasi Perpusnas dan kesejahteraan ASN Perpusnas.

"Pada 2020, Perpusnas menargetkan indeks kearsipan sebesar 85. Oleh karena itu, diperlukan komitmen dan kerja keras bersama untuk mewujudkannya," ujar Sri Sumekar dalam sambutan pada acara "Pembekalan Pengelola Arsip pada Sentral Arsip Aktif", Senin (15/6). Berdasarkan hasil pengawasan kearsipan dari Arsip Nasional (ANRI), Perpusnas telah menetapkan berbagai kebijakan mengenai kearsipan meski di beberapa aspek masih ada perbaikan, di antaranya pengelolaan kearsipan, sarana prasarana, dan jumlah arsiparis. Sri Sumekar menegaskan agar seluruh jajaran di Perpusnas memperhatikan hal tersebut.

Kegiatan pembekalan ini dilaksanakan dalam rangka persiapan pengelolaan arsip yang akan dimulai dari masing-masing unit pengolah di semua unit kerja. Selain itu, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi forum diskusi mengenai pengelolaan kearsipan khususnya sentral arsip di unit kerja eselon 2.

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan ini sebagai tindak lanjut hasil pengawasan kearsipan oleh ANRI. “Pelaksanaan kegiatan ini bukan berarti kita diperintah oleh ANRI, tetapi diamanatkan oleh UU No. 43/2009 tentang kearsipan,” tegas Syarif di hadapan peserta pembekalan. Syarif mengharapkan agar memperbanyak kegiatan yang bersifat menginformasi dan mengedukasi seperti bimbingan teknis dan sosialisasi di masa yang akan datang.

Acara diakhiri dengan sesi tanya jawab. Sebagian besar pertanyaan yang diajukan peserta pembekalan berkisar seputar penyimpanan arsip, baik tempat maupun mekanismenya, klasifikasi arsip, dan retensi arsip.

 

Reporter             : Eka Cahyani

Fotografer          : Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin