|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

03 Jul 2020

Dampak Covid-19, Komisi X DPR RI Setuju Anggaran Perpusnas Dipotong 30,9%

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Komisi X DPR RI menyetujui pemotongan anggaran Perpustakaan Nasional RI pada tahun 2020 sebesar Rp 204.219.912.000. Pemotongan anggaran sebesar 30,9 persen dari pagu awal ini membuat anggaran Perpusnas pada tahun ini menjadi sebesar Rp 454.777.211.000. Penyesuaian anggaran kementerian/lembaga dampak dari pandemi Covid-19 ini berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur dan Rincian APBN Tahun Anggaran 2020 dan Surat Menteri Keuangan Nomor S-302/MK.02/2020 tanggal 15 April 2020 tentang Langkah-Langkah Penyesuaian Belanja K/L TA 2020.

Persetujuan pemotongan anggaran menjadi salah satu kesimpulan dalam rapat dengar pendapat (RDP) antara Perpusnas dengan Komisi X DPR RI yang digelar melalui video telekonferensi di Jakarta, pada Jumat (3/7/2020). Pada RDP kali, Komisi X juga menyetujui usulan penambahan anggaran Perpusnas pada tahun 2021 sebesar Rp 252.566.276.500.

Ketua Komisi X Syaiful Huda menyatakan sejumlah masukan dan saran sudah disampaikan anggota komisi kepada Perpusnas dalam rapat sebelumnya. Dia meminta agar Perpusnas mensimulasikan masukan dan saran tersebut dalam penyusunan program dan kegiatan tahun 2021. Ada beberapa hal yang perlu dicatat, salah satunya adalah merumuskan program inovatif untuk meningkatkan gerakan literasi. “Misalnya mengadakan lomba bertutur, mendekatkan pembangunan perpustakaan di tempat-tempat keramaian,” tuturnya.

Selain itu, Huda meminta jajaran pimpinan Perpusnas agar membuka ruang bagi masyarakat untuk menerima masukan terhadap pengembangan layanan perpustakaan baik digital maupun nondigital serta membuat peta jalan Perpusnas hingga tahun 2024. “Sehingga pencapaian target pembangunan nasional di bidang perpustakaan lebih terarah dan terukur,” ujarnya.

Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando menyatakan penambahan anggaran tahun 2021 diajukan untuk menyesuaikan target pengembangan perpustakaan dan literasi yang mengalami pemotongan akibat pandemi Covid-19 pada tahun ini. “Selain itu, struktur organisasi Perpusnas mengalami penataan organisasi dan tata kerja dengan penambahan enam unit eselon dua,” jelasnya.

Dalam RDP kali ini, anggota Komisi X Putra Nababan mengapresiasi kontribusi Perpusnas selama pandemi Covid-19 sebagai pemasok kebutuhan informasi melalui bahan bacaan. Ke depannya, dia berharap Perpusnas bekerjasama dengan kementerian/lembaga lain dalam menjalankan program dan kegiatan sehingga bisa fokus pada anggaran.

Sementara itu, anggota Komisi X Mujib Rohmat meminta Perpusnas agar menyelenggarakan lomba bertutur dengan cerita yang mendukung pariwisata di setiap daerah. Dia juga meminta agar Perpusnas memberikan bantuan buku keterampilan hidup, khususnya untuk PKBM.

Kehadiran perpustakaan sangat dibutuhkan untuk menjangkau pelosok daerah di Indonesia, khususnya daerah 3T. Perpusnas bisa menjangkau melalui bantuan buku dan mobil perpustakaan keliling. Anggota Komisi X Adrianus Asia Sidot menyatakan pengalamannya saat berkunjung ke daerah terpencil di Kalimantan Barat, di mana antusiasme masyarakat atas buku sangatlah tinggi. “Peran perpustakaan dibutuhkan hingga ke daerah terpencil, sehingga membantu orangtua. Ini sangat bermanfaat. Saya pernah bersama Kapolda Kalbar ke daerah terpencil untuk taman bacaan, memang responsnya sangat tinggi,” urainya.

Syarif Bando mengapresiasi masukan dan saran yang disampaikan anggota Komisi X. Sebagai institusi pemerintah, Perpusnas menjalankan program dan kegiatan sesuai RPJMN, Rencana Kerja Pemerintah, dan rencana strategis instansi. Karenanya, masukan yang difasilitasi harus sesuai dengan acuan tersebut.

Reporter: Hanna Meinita

Fotografer: Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2020-07-03 15:42:23)