|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

17 Jun 2020

Menteri PPN/Kepala Bappenas: Di Masa Pandemi, Perpustakaan Jangan Lagi Berorientasi Didatangi

Medan Merdeka Selatan, Jakarta--Akumulasi kemampuan seseorang, mulai dari pengetahuan, keterampilan, pemahaman yang dipadukan dengan pengalaman tanpa henti adalah makna dari literasi. Pun dengan kemampuan literasi masyarakat tentang Covid-19 yang beragam. Ada yang bersikap takut, was-was, dan cuek. Respon balik masyarakat menentukan sejauh mana proteksi kesehatan dilakukan dengan benar.

Masyarakat perlu dirangsang, distimulasi agar ada keingintahuan kenapa pandemi Covid-19 terjadi. Apa yang harus ditakuti, diwaspadai, sehingga jangan sampai mengganggu kegiatan sosial-ekonomi masyarakat.

"Aktivitas keseharian yang sederhana, seperti anjuran mencuci tangan, penggunaan masker/face shield, physical distancing, nantinya bukan sesuatu yang baru tetapi kebiasaan yang lazim. Karena kelaziman akan menjadi aktivitas keseharian," ucap Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa, pembicara kunci pada kegiatan webinar 'Bangkit Dari Pandemi Dengan Literasi', Rabu (17/6). 

Suharso menambahkan di tengah situasi pandemi, perpustakaan bukan lagi berorientasi didatangi tapi harus menyediakan buku-buku yang mudah diakses. Baca-bacaan yang segar, kreatif, yang membuat seseorang menjadi lebih cerdas, pandai, dan informatif. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi contoh bagi generasi 4.0.

Saya berharap peran perpustakaan ke depan selain menjadi pusat pengetahuan dan inovasi yang mendorong inovasi dan kreativitas bangsa, juga mampu berperan sebagai pusat kegiatan masyarakat.

 

Reporter: Eka Cahyani/Hartoyo Darmawan

Foto: YouTube Webinar



Diunggah oleh admin