|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

18 May 2020

JAGA PRODUKTIVITAS DI TENGAH PUASA

     MARHABAN Yaa Ramadhan, tahun ini sungguh memperihatikan di tengah musibah covid 19 namun sebagai hamba yang beriman umat Islam harus menunaikan puasa dengan khusu’dan penuh harap kepada Alloh SWT. Insyaalloh dengan puasa, salah satu hikmahnya kita akan sehat dan dapat membentengi dari paparan wabah tersebut sembari disiplin mengikuti protokol kesehatan dan usahakan sebisa mungkin tetap di rumah; terlebih bagi mereka yang berada  di zona merah/yang telah PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar). Di tengah kekhawatiran yang serba tidak menentukan, saling curiga dan mencemaskan ini kita berusaha untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas hidup. Tidak cukup untuk saling menyalahkan, yang lebih utama harus ihtiar sekuat tenaga bahu-membahu bersinergi menanggulanginya. Setiap kita sedang diuji bukan hanya secara fisik, namun juga secara psikologis, sosial maupun spiritual.

     Kinerja Spiritual

     Disisi lain, kita terus memacu peningkatan kualitas kinerja spriritual bukan saja untuk kepentingan diri, keluarga, perusahaan maupun bangsa dan negara; namun lebih dari itu untuk bekal kita di akhirat nanti. Berbekalah kalian, dan sebaik-baik bekal adalah taqwalloh. Oleh karena itu, melalui puasa di bulan Ramadhan ini kita perlu memantapkan niat lurus hanya kepada  Alloh, melalukan penuh ikhlas sesuai syariat Rasulullah Muhammad S.a.w.       Melalui puasa akan mendapatkan ridha dari Alloh SWT., juga akan meningkatkan kinerja spiritual antara lain semangat, sabar, disiplin, terpercaya, produktif dan lain sebagainya. Hal ini merupakan modal penting bagi kita untuk berbuat yang terbaik sesuai dengan tugas dan peranan masing-masing.

     Tips Puasa di tengah Covid 19

     Puasa Ramadhan adalah amalan wajib yang dilakukan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu seperti makan, minum, perbuatan buruk maupun dari yang membatalkan puasa mulai dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari yang disertai dengan niat karena Allah SWT, dengan syarat dan rukun tertentu. Di tengah penyebaran covid 19 saat ini Menteri Agama Fachrul Razi mengenrbitkan surat edaran yang intinya : 1). Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah; 2) Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama); 3) Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah; 4) Tilawah/tadarus Al-Qur’an dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Al-Qur’an; 5) Buka puasa bersama, baik yang dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala, ditiadakan; 6) Peringatan Nuzulul Qur’an dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, swasta, masjid maupun musala, ditiadakan; 7) Tidak melakukan iktikaf pada 10 malam terakhir bulan Ramadan di masjid/mushala; 8) Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjamaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya; 9)  (Masyarakat diminta) agar tidak melakukan kegiatan sebagai berikut: -Salat Tarawih keliling -Takbiran keliling (Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid musala dengan pengeras suara) -Pesantren Kilat, kecuali melalui media elektronik; 10) Silaturahim atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video call/conference. 11. (Imbauan) Pengumpulan Zakat Fitrah dan/atau ZIS (Zakat, Infak, dan Shadah agar dilakukan segera agar bisa terdistribusi kepada Mustahik lebih cepat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan; 12. Petugas yang melakukan penyaluran zakat fitrah dan/atau ZIS agar dilengkapi dengan alat pelindung kesehatan seperti masker, sarung tangan dan alat pembersih sekali pakai (tissue). 14. Dalam menjalankan ibadah Ramadan dan Syawal, seyogyanya masing-masing pihak turut mendorong, menciptakan, dan menjaga kondusifitas kehidupan keberagamaan dengan tetap mengedepankan ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah basyariyah. 15. Senantiasa memperhatikan instruksi Pemerintah Pusat dan Daerah setempat, terkait pencegahan dan penanganan Covid-19.

     Tetap Berusaha Produktif

     Walau secara global, regional maupun nasional saat ini produktivitas anjlok akibat dari serangan covid 19 bahkan terjadi PHK seperti laporan ILO bahwa di seluruh dunia ada sekitar 81 persen atau sekitar 2,67 miliar orang pekerja dari jumlah tenaga kerja global sekitar 3,3 miliar orang yang terdampak. Dan sekitar 1,25 miliar orang pekerja diantaranya terancam kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk Indonesia, hingga awal April 2020 ada 212.394 orang jumlah pekerja formal yang ter-PHK, ada 1.205.191 orang pekerja formal yang dirumahkan ini bisa tidak digaji sama sekali atau digaji sebagian.  Jadi total pekerja yang dirumahkan dan di-PHK ada lebih dari 1,4 juta (orang). Tenaga kerja sektor informal tercatat lebih dari 282.000 orang yang dirumahkan/PHK.  Di Provinsi Kalimantan Timur ada 4.109 pekerja dirumahkan dari 70 perusahaan dan 323 tenaga kerja dari 33 perusahaan terkena Putus Hubungan Kerja (PHK), sesuai data Disnakertrans Kalimantan Timur awal April 2020.   

     Kondisi yang sangat emperihatinkan ini harus disikapai dengan berfikir jernih dan positif, tidak boleh berputus-asa. Kita harus bangkit, kreatif untuk tetap produktif meski puasa di tengah covid 19. Kita pun mengetuk hati para pengusaha/orang-orang kaya untuk lebih peduli kepada orang lain, karena mereka yang jumlahnya sekitar 1 persen telah menguasai 49,3% kekayaan nasional sebagaimana hasil survei Lembaga Keuangan Swiss, Credit Suisse tahun 2017. Ini menunjukkan bahwa ketimoangan pendapatan antara si kaya dan si miskin sangat lebar, sehingga diperlukan kehadiran negara untuk meredefinisi pemerataan pendapatan antar warga negara. In parallel, kita mengapresiasi kepada perusahaan-perusahaan yang semaksimal mungkin menjaga produktivitasnya. In parallel, sebagian para pekerja ada yang bekerja dari rumah (WFH /Work From Home), sebagian ada yang bekerja di kantor/lapangan-lapangan. Mereka yang beriman dalam kondisi puasa, walaupun fisiknya relatif lemah di siang hari, namun mereka mendapat energi spiritual yang sangat luar biasa dari Allah SWT. Sehingga daya dorong yang dihasilkannya pun akan sangat dahsyat. Sungguh ini nilai religius yang hanya dimiliki oleh orang yang berpuasa, sepanjang niatnya benar dan mengikuti teladan Rasulullah Muhammad SAW. Kondisi-kondisi istimewa seperti inilah yang berdampak sangat positif bagi pekerja dalam meningkatkan kinerja dan produktivitasnya.

     Di sisi lain, bisnis berbasis digital/online dan jasa antar barang cenderung meraup untung besar. Kondisi ini juga banyak dimanfaatkan pribadi-pribadi untuk menambah penghasilan melalui bisnis-bisnis musiman seperti kue-kue takjil, kue-kue kering, sembako maupun kebutuhan lainnya. Perlu waspada terhadap tawaran menggiurkan dari oknum-oknum yang mengajak berbisnis agar tidak tertipu, seperti investasi bodong dan lain-lain.  Sektor-ektor ekonomi yang berkembang juga E-commerce (belanja-belanja online), aplikasi pendidikan online, industry telekomunikasi (seperti beberapa yang menjadi pilihan konsumen antara lain alat kantor jarak jauh, layanan komputasi awan, voice over internet protocol (VoIP), konferensi video web, platform kolaborasi multi-orang, dan layanan digital, serta layanan jarak jauh ) dan industri. Namun yang mengeruk keuntungan besar tetap pebisnis asing yang menguasi platform digital di negeri ini.

         Harapan Wabah Segera Berakhir

Kita semua berharap agar wabah ini segera berakhir, kita terus berusaha bersama-sama untuk memerangi wabah cobid 19 sembari berdoa kepada Alloh agar mencabut wabah penyakit ini maupun kesulitan-kesulitan lainnya. Untuk waktunya, kita berharap lebih cepat lebih baik, tidak perlu pusing terhadap prediksi-prediksi. Yang penting kita disiplin mengikuti protokol kesehatan terus  diiringii munajat kepada Allah Yang Maha Kuasa. Harapannya agar agar pandemi global covid 19 segera berakhir. Aamiin YRA. (Email : harysmwt@gmail.com; www.webkita.net).

 

Oleh : K.R.A.T. Suharyono S. Hadinagoro, M.M.

(Pemerhati Ketenagakerjaan & Ekonomi Kerakyatan, Kandidat Doktor Ilmu Ekonomi Universitas Trisakti,  Alumni PPRA LIX Lemhannas RI. Email : harysmwt@gmail.com, www.webkita.net)

 

 

 

 



Diunggah oleh admin (2020-05-18 10:45:25)