|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

08 May 2020

RDP Komisi X DPR dengan Perpunas : iPusnas Harus Perbanyak Koleksi Buku Populer

 

Medan Merdeka Selatan, Jakarta—Pengurangan anggaran Perpustakaan Nasional RI (Perpusnas) sebesar Rp. 202.219.912.000 atau 30,9% membawa dampak yang besar terhadap program prioritas yang sudah dirumuskan sebelumnya. Hal ini memantik keprihatinan anggota Komisi X DPR-RI pada Rapat Dengar Pendapat (RDP) pada Jumat, (8/5). Namun, Komisi X DPR meminta Perpusnas untuk melakukan teliti dan efisiensi program prioritas yang dibutuhkan masyarakat.

“Minimal Perpusnas mempunyai anggaran Rp 1 triliun. Tapi diatas sana belum memahami pentingnya perpustakaan dan fungsinya sebagai salah satu jalan mencerdaskan bangsa. Kami bisa toleransi pada saat pemotongan Rp 100 miliar, tetapi kok dilakukan pemotongan lagi,” keluh Sofyan Tan dari fraksi PDIP.

Hal senada juga diungkapkan sejawat Sofyan Tan di fraksi, Andreas Pareira, bahwa anggaran mengalami pemotongan untuk melawan virus tetapi kita juga harus memikirkan aspek pembangunan bagi kecerdasan bangsa.

“Banyak sekolah belum mengetahui iPusnas. Perpusnas bisa meluaskan jangkauan kesitu. Kenalkan pada orang tua murid sehingga kebermanfaatan iPusnas bisa dirasakan semua pihak. Perbanyak buku-buku populer yang disukai anak-anak dan remaja agar antriannya tidak terlalu panjang, khususnya di masa pandemi,” imbuh salah satu anggota Komisi X, Hetifah

Di samping itu, Hetifah meminta penguatan pada jaringan internet dan layanan berbasis media sosial. Buku-buku terapan agar dibuat secara tutorial. Pustakawan pun diminta untuk lebih produktif menggunakan media sosial, seperti youtube, IG, Facebook dan Twitter. Ulas tokoh-tokoh publik dan politisi dari berbagai sudut pandang dan tema yang bervariasi.

Menanggapi sejumlah masukan yang disampaikan, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengatakan pemangkasan anggaran ini memang menghambat sejumlah program prioritas yang sudah disusun, termasuk didalamnya membangun aplikasi dan Big Data. “Ini memerlukan biaya yang besar,” tambah Syarif Bando.

Bahkan, Syarif Bando menambahkan Perpusnas sudah meneken MOU kepada 1.000 rektor perguruan tinggi dimana semuanya menginginkan agar konten digital segera dikirimkan. Sedangkan, mengenai usulan pengayaan konten-konten koleksi populer yang digandrungi kaum milenial dan remaja untuk dimasukkan ke dalam aplikasi iPusnas, pihaknya berjanji dalam waktu dekat akan menyanggupi. 

Mengamini pernyataan Kepala Perpusnas, efisiensi dan efektivitas memang menjadi fokus pada pemangkasan anggaran. “Mengacu pada Perpres Nomor 54 Tahun 2020 tentang Perubahan Postur APBN, maka ada beberapa kegiatan yang terpaksa kami hilangkan dan kurangi, diluar perjalanan dinas,” beber Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpusnas, Joko Santoso, seusai mengikuti RDP dengan Komisi X DPR RI.

Sementara itu, di akhir sidang, Pimpinan Sidang, Agustina Wilujeng, berharap Perpusnas bisa menjadi pusat referensi dan sumber pengetahuan, dan program-program Perpusnas dibuatkan dalam versi online mengikuti perkembangan jaman.

 

Reportase : Hartoyo Darmawan

Fotogarfer : Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin