|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

09 Mar 2020

Kementerian Kelautan dan Perikanan Jajaki Kerja Sama dengan Perpustakaan Nasional

Medan Merdeka Selatan, Jakarta -- Sebagian penduduk Indonesia merupakan masyarakat pesisir yang mendiami pantai dan mengandalkan sumber kehidupannya dari laut. Sebagian besar dari mereka termasuk masyarakat miskin karena keterbatasan kemampuan dan pengetahuan dalam mengolah hasil laut dan teknologi penangkapan ikan. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyadari bahwa tingkat literasi masyarakat pesisir masih sangat rendah karena masalah akses dan ketersediaan bahan bacaan.

Oleh karena itu, KKP dalam kesempatan ini diwakili oleh Staf Ahli Menteri Pamuji Lestari mengadakan audiensi dengan Perpustakaan Nasional untuk penjajakan kerja sama dalam bidang literasi untuk masyarakat pesisir. Saya yakin Perpusnas punya banyak buku yang bisa dibaca temen-temen di pesisir, ujar Pamuji.

Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando, menyambut baik niat tersebut dengan menekankan bahwa literasi sangat penting bagi kehidupan masyarakat dan harus ada kesepahaman bersama tentang literasi. Syarif kemudian menguraikan literasi tidak sekadar bisa membaca saja. Jangan bicara literasi jika tidak ada bahan bacaannya. Semakin canggih suatu bangsa, pasti canggih juga bacaannya. Perpustakaan masa kini merupakan tempat untuk transfer knowledge, tegas Syarif.

Perpustakaan Nasional telah memulai upaya meningkatkan literasi masyarakat melalui program Prioritas Nasional (PN), yaitu Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial. Program tersebut didedikasikan untuk mendekatkan perpustakaan ke masyarakat yang kurang beruntung dalam memperoleh pendidikan formal dengan menyediakan fasilitas bahan bacaan yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat setempat dan menyediakan ruang perpustakaan sebagai tempat belajar dan beraktivitas bersama.

 

 

Reporter: Eka Cahyani

Fotografer: Hartoyo Darmawan

 



Diunggah oleh admin