|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

26 Feb 2020

Gerakan Kemerdekaan Belajar Menuju Indonesia Maju

Pancoran, Jakarta - Kepala Perpustakaan Universitas Negeri Malang Prof. Dr. Djoko Saryono, M.Pd., menekankan pentingnya pemahaman Gerakan Kemerdekaan Belajar Menuju Indonesia Maju dalam segi perbaikan kompetensi pustakawan, perpustakaan dan pendidikan sekolah.

“Jadi kemerdekaan belajar adalah sebuah perahu/jalan yang digunakan untuk mencapai tujuan pendidikan itu. Masalahnya, tujuan belajarnya jelas atau tidak, proses pendidikannya,” tuturnya saat menjadi Narasumber pada Rapat Koordinasi Perpustakaan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/02/2020).

Djoko meyakini, untuk mendorong proses belajar dan pendidikan yang lebih baik dibutuhkan strategi yang tepat. Selain itu, harus dipikirkan bagaimana gambaran perpustakaan dan pustakawan ideal yang ingin diwujudkan.

“Ini pertanyaan pertanyaan penting. Apakah kemerdekaan belajar? Adakah prasyarat yang mendorong kemerdekaan belajar itu? Apa kegiatan dan inovasi yang harus dilakukan? Sosok pustakawan seperti apa? Supaya kita mengetahui bagaimana eksistensi gambaran perpustakaan sekolah, madrasah dalam mewujudkan merdeka belajar,” terangnya.

Lebih lanjut, Djoko menerangkan, prinsip merdeka belajar sebenarnya sudah tidak asing, karena konsep dasarnya, yaitu hetagogi dan pedagogi  cukup akrab di dunia pendidikan Indonesia selama 10 tahun terakhir.

“Dalam teori pendidikan di sebut hetagogi. Semua guru dan murid setara. Jadi sebenarnya pedagogi melihat anak didik siswa itu sebagai makhluk serba tidak tahu menjadi bisa tahu. Guru dari makhluk yang serba tahu menjadi bisa tidak tahu, sehingga juga harus menjadi murid. Salah satu kemerdekaan belajar adalah semua guru, semua murid. Ini prinsip hetagogi, bagaimana kemandirian belajar itu," paparnya.

 Adapun perpustakaan sebagai unsur sistem kemerdekaan belajar dan prasyarat mutlak.

 

“Karena belajar tidak harus bergantung pada kelas, tidak harus bergantung pada satu buku teks. Jadi, biarlah perpustakaan menjadi sebagai kepingan sorga bagi proses belajar anak-anak kita,” pungkas Djoko.

 

Reportase : Puspen Kemendagri



Diunggah oleh admin