|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

26 Feb 2020

Koleksi Perpustakaan BPK RI Dijadikan Referensi Bagi Pegawai

Pancoran, Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) adalah salah satu lembaga tinggi negara yang berdasar pada UUD 1945. Adapun visi BPK adalah menjadi pendorong pengelolaan keuangan negara untuk mencapai tujuan negara melalui pemeriksaan yang berkualitas dan bermanfaat, sedangkan misinya ada dua yakni memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri serta melaksanakan tata kelola organisasi yang berintegritas, independen dan profesional. Dalam upaya membatu para pegawai melaksanakan pekerjaan, BPK mendirikan perpustakaan yang termasuk ke dalam perpustakaan khusus.

Tugas dari perpustakaan riset BPK antara lain mendukung kegiatan pemeriksaan dan non pemeriksaan, menyediakan bahan pustaka untuk kegiatan riset tata kelola dan akuntabilitas keuangan negara, menyediakan bahan rujukan tentang keuangan negara, meningkatkan minat baca, dan meningkatkan bahan pustaka dalam rangka peningkatan kompetensi pemeriksa dan non pemeriksa di lingkungan BPK. "Pegawai biasanya mencari koleksi di perpustakaan untuk dijadikan sebagai sumber informasi. Untuk koleksinya sendiri 50:50 dalam bidang pemeriksaan dan non pemeriksaan," ujar Dewi Kaniasari dari Perpustakaan BPK RI di Rakornas Bidang Perpustakaan 2020.

Repositori BPK dibagi kedalam empat kategori yakni hasil pemeriksaan, terbitan BPK, juklas dan juknis, serta kumpulan artikel. "Hasil pemeriksaan kami dibuat dalam bentuk cetak maupun digital. Dan bagi mereka yang rajin menulis akan berada di posisi atas karena database kumpulan artikel dikelompokkan berdasarkan nama penulis artikel," ungkap Dewi.

Kegiatan yang biasa dilakukan oleh perpustakaan riset BPK antara lain membentuk forum perpustakaan yang dilakukan bersama dengan pengelola perpustakaan di seluruh kantor perwakilan BPK yang tersebar di Indonesia. Hal tersebut dilakukan agar didapatkan kesamaan pengelolaan perpustakaan di pusat dan perwakilan. Ada juga bedah buku, sosialisasi layanan dan koleksi perpus, promosi dengan Kereta Buku (GoSIP), ngopi bareng, kunjungan delegasi SAI Dunia, dan Coworking space. "Perpustakaan kami tidak terlalu besar tapi ada dua tempat diskusi yang bisa digunakan untuk mengerjakan tugas, menyelesaikan tugas, dan juga diskusi," tutup Dewi.

Reporter: Basma Sartika



Diunggah oleh admin