|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

26 Feb 2020

Wakil Walikota Tegal : Dukungan Pemerintah Jangan Hanya Acara Seremonial

Pancoran, Jakarta - Wakil Walikota Tegal Muhamad Jumadi menantang pemerintah daerah untuk lebih serius memberi dukungan terhadap gerakan literasi di daerahnya masing-masing. "Dukungan pemerintah pada literasi itu omong kosong saja, kalau tidak memberikan kontribusi langsung,  jangan hanya acara seremonial," ujarnya pada Rapat Koordinasi Perpustakaan Nasional di Hotel Bidakara, Jakarta, Rabu (26/2).

Menurut Jumadi masih banyak yang belum sadar akan pentingnya literasi, padahal literasi merupakan kunci peradaban dan perpustakaan adalah jantungnya literasi. Untuk itu kota Tegal telah mengusung sejumlah kegiatan literasi antara lain pembuatan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Sakila Kerti di kawasan Terminal Kota Tegal pada 2011 lalu. Semula lokasi ruangan seluas 4x6 meter tersebut kotor, kumuh dan sering digunakan untuk tempat berjudi, namun sekarang telah berkembang menjadi perpustakaan yang melayani masyarakat marjinal yang berkegiatan di terminal. "Kami memiliki program 'Ladis Song Malam', Layanan dengan Inovasi Simultan untuk Pengasong Masyarakat Lansia Terminal," jelasnya.  

Gerakan literasi di Tegal, kata Jumadi, tidak sekedar dilakukan di lingkungan pemerintah, tapi secara simultan dilakukan di kawasan perkampungan, sekolah, kafe, kepolisian, kejaksaan dan kodim. "Semua kita ajak untuk bergerak bersama. Kalau pemerintah saja tidak akan mampu. Semua bergerak bersama," tambahnya. Pencanangan Duta Baca, misalnya, bukan sekedar menempatkan istri walikota sebagai duta, tapi memilih duta-duta masyarakat dari  tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga kotamadya untuk giat menumbuhkan minat baca di daerahnya masing-masing. "Kalau berharap orang lain, tentu tidak bisa. Kita harus bekerja dulu, baru dapat support. Setiap hari harus bergerak, bukan hanya diam dan berharap semua berjalan dengan lancar," imbuh Jumadi.

Rakornas Perpusnas Tahun 2020 mengambil tema 'Inovasi dan Kreativitas Pustakawan dalam Penguatan Indeks Literasi untuk Mewujudkan SDM Unggul Menuju Indonesia Maju', berlangsung selama 3 (tiga) hari, 25-27 Februari 2020 di Hotel Bidakara, Jakarta. Diikuti sekurangnya 1.500 pemangku kepentingan baik dari pemerintah pusat, daerah maupun pengiat dunia literasi dan perpustakaan di Indonesia. Rapat koordinasi diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi dan sinkronisasi program untuk peningkatan indeks literasi di Indonesia.

Reportase : Puspen Kemendagri



Diunggah oleh admin