Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

15 Jan 2020

Perpusnas dan NLYC Korea Selatan Kampanyekan Program Read Me a Book

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Setelah berhasil dan sukses, program "Read Me a Book" bentukan National for Children and Young Adults (NLCY) Korea Selatan digelar serentak di sembilan negara di kawasan ASEAN mulai 15 Januari hingga 23 April 2020. Ke-sembilan negara tersebut, yakni Thailand, Singapura, Vietnam, Kamboja, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, dan Indonesia akan melakukan kampanye Read A Loud--bagian dari program Read Me a Book, kemudian mempostingnya di media sosial beserta hashtag yang sudah ditentukan. Kampanye literasi ini akan dinilai langsung oleh NLYC selaku penyelenggara kegiatan.

Khusus di Indonesia, Perpustakaan Nasional dipercayai untuk menjalankan program Read Me A Book. Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Perpustakaan Nasional, Muhammad Syarif Bando di Layanan Anak Perpustakaan Nasional, pada Rabu, (15/1).


Di hadapan siswa-siswi SDIT Permata Madani, Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando unjuk kebolehan membacakan dua buku tentang kisah Nabi Ibrahim melawan kezaliman Raja Namrudz hingga akhirnya harus dibakar api dan kesabaran Nabi Musa menghadapi kesombongan Raja Fir'aun di Mesir.  


"Read Me A Book" adalah program pembudayaan gemar membaca dengan cara "read a loud", yaitu membacakan buku secara nyaring kepada anak-anak. Dalam membacakan buku cerita, setiap pecerita wajib mengenakan apron berwarna kuning (yellow appron). Kampanye Read Aload  bertujuan untuk menggalakkan budaya membaca, khususnya di negara-negara ASEAN.


"Program yang melibatkan para pustakawan ini rencananya akan diadakan di 30 daerah di Indonesia. Dan Kabupaten Tanggamus di Lampung ditetapkan sebagai daerah pembuka kegiatan tersebut pada 20 Januari mendatang," Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca Perpusnas Deni Kurniadi.


Syarat kontes kampanye Read A Load yakni pecerita buku wajib mengenakan apron kuning, lalu kemudian mengunggah foto/video dibarengi hashtag kemudian meng-upload melalui akun instagram resmi perpusnas @perpusnas.go.id, dengan  hashtag wajib, yaitu #readmeabook_yellowapron #yellowapron_hashtagchallenge #aseanrokisreading_indonesia #nationallibraryofindonesia. Sertakan hashtag nama ringkas perpustakaan dan di mana kegiatan dilaksanakan.

Reportase : Wara Merdekawati


Fotografer : Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2020-01-16 11:32:24)