|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

07 Jan 2020

Kepala Perpusnas Resmikan Perpustakaan SMA Pradita Dirgantara

Boyolali, Jawa Tengah – Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando resmikan Perpustakaan SMA Pradita Dirgantara sekaligus memberikan sambutan pada acara penutupan Festival Edukasi SMA Pradita Dirgantara (Fesdita) di Ruang Auditorium pada Selasa (7/1/2020). Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum Dharma Pertiwi Ny. Nanny Hadi Tjahjanto serta rombongan, Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Fahru Zaini, Kepala SMA Pradita Dirgantara Marsda TNI (Purn) Agus Munandar, Rektor Universitas Sebelas Maret Jamal Wiwoho, Dr. Kuntjoro Pinardi, Para Pejabat TNI AU, Guru, Panitia dan Peserta Fesdita.

Ny. Nanny Hadi Tjahjanto yang juga Ketua Yayasan Ardhya Garini (Yasarini) menyampaikan rasa bahagia dan terima kasih kepada Perpustakaan Nasional karena telah membantu memfasilitasi perpustakaan sekolah yang diberi nama Perpustakaan Prof BJ Habibie yang merupakan wujud nyata dukungan pemerintah dalam upaya menciptakan SDM unggul. “Semoga dengan semakin lengkapnya fasilitas belajar di sekolah kita, semakin menumbuhkan semangat siswa siswi SMA Pradita Dirgantara dalam mewujudkan cita-citanya menjadi Habibie-Habibie Muda yang akan mengawal negara kita menuju Indonesia Maju,” terang Nanny.

Selain peresmian perpustakaan, acara Festival Edukasi Pradita Dirgantara yang telah terselenggara selama tiga minggu sejak tanggal 15 Desember 2019 sampai 7 Januari 2020 menampilkan berbagai aktifitas ilmiah dan seni serta beberapa perlombaan yang melibatkan siswa dan guru. Dalam kesempatan penutupan tersebut Wakil Kepala Staf Angkatan Udara Marsdya TNI Fahru Zaini selaku perngawas Yasarini juga memaparkan materi kepada seluruh peserta didik tentang Teknologi Dirgantara untuk Ketahanan NKRI.

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando dalam sambutannya menerangkan bahwa Perpustakaan Nasional adalah lembaga non kementerian yang melaksanakan tugas pemerintahan dalam bidang perpustakaan yang dibentuk pada tahun 1980. Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan mandatory nya adalah mengembangkan semua jenis perpustakaan di Indonesia pada pasal 22 mengenai perpustakaan umum, pasal 23 mengenai perpustakaan sekolah/madrasah, pasal 24 mengenai perpustakaan perguruan tinggi, pasal 25 mengenai perpustakaan khusus. “Tugas kami adalah bagaimana mempersiapakan sebuah perpustakaan baik dalam bentuk digital, elektronik maupun tercetak yang mengantarkan Indonesia menjadi sebuah bangsa yang dicita-citakan yaitu mewujudkan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945,” jelas Syarif.

Pada akhir sambutannya Syarif menekankan pentingnya membangun generasi yang siap menghadapai persaingan global. Saat ini pendidikan telah bertransformasi dimana siswa bisa lebih pintar dari gurunya terutama dalam penguasaan teknologi. “Kata kuncinya bagaimana mempersiapkan generasi yang menguasai literasi sehingga dapat berkompetisi dalam persaingan global,” tegas Kepala Perpusnas.

Reportase : Radhitya Purnama / Arwan Subakti



Diunggah oleh admin (2020-01-08 03:58:06)