Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

11 Dec 2019

Warga di Lima Desa Kabupaten Sigi Merasakan Manfaat Bantuan Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi

Salemba, Jakarta – Sebanyak lima desa yang berada di Kabupaten Sigi telah mendapatkan bantuan program transformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial di tahun 2019, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi berharap, di tahun 2020 desa lain di wilayahnya juga mendapatkan bantuan program tersebut. Demikian diungkapkan Kabid Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Sigi, Muin Mursalim saat melakukan kunjungan kerja ke Perpustakaan Nasional, Salemba, Rabu (11/12).

“Bagi masyarakat yang mendapatkan bantuan program tersebut, mereka sudah bisa merasakan manfaatnya. Bupati kami pun sangat merespon dan mendukung pengembangan perpustakaan desa. Karena hal ini merupakan bagian dari penguatan untuk menemukan potensi desa, yang nantinya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Muin berharap agar di tahun 2020 wilayahnya juga mendapatkan bantuan program tersebut. “Apalagi saat ini kami membawa Camat dan Kepala Desa penerima bantuan. Ini sengaja kami ajak, agar mereka lebih semangat lagi mengembangkan perpustakaan desa di wilayahnya. Kami pun berharap tahun 2020, Kabupaten Sigi mendapatkan program ini lagi,” imbuhnya.

Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Sigi, Ajusiar Muhammad Amin mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan setempat untuk mengembangkan dan meningkatkan perpustakaan di desa melalui dana desa. “Bahkan sudah dua tahun terakhir, kami selalu menindaklanjuti Permendes dalam mengelola prioritas dana desa. Salah satu pointnya, prioritas pembangunan untuk meningkatkan kualitas akses masyarakat untuk perpustakaan desa,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca, Deni Kurniadi mengatakan, dalam pelaksanaan program perpustakaan berbasis inklusi sosial, membutuhkan sinergitas stakeholder. Salah satunya bekerjasama dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

“Program ini tidak berjalan sendiri melainkan membutuhkan kerjasama dengan stakeholder terkait. Bersama Kemendes kami pun mendorong agar dalam mengelola dana desa, perpustakaan bisa menjadi prioritas. Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi ini tidak hanya mencerdaskan masyarakat tetapi juga mensejahterakat masyarakat melalui berbagai program nyata, seperti pelatihan, dan pendampingan dari fasilitator,” jelasnya.

Reportase        : Wara Merdekawati

Fotografer       : Raden Raditya

 



Diunggah oleh admin (2019-12-12 11:40:08)