|    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

19 Nov 2019

Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando Memaparkan Program Kerja Dihadapan Anggota DPR Komisi X Periode 2019-2024

Senayan, Jakarta—Perpustakaan Nasional melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) pertama kali dengan Anggota DPR terpilih periode 2019-2024, yakni Komisi X DPR-RI, Selasa, (19/11). RDP diikuti langsung oleh Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando dan seluruh jajaran struktural pejabat pimpinan tinggi utama, pustakawan utama, pejabat pimpinan tinggi, pejabat administrator dan pengawas yang terkait di lingkungan Perpustakaan Nasional. Adapun agenda rapat yaitu mengenai perkenalan, program kerja Perpusnas dan lain-lain.

RDP yang dihadiri oleh 40 dari 53 anggota Komisi X dipimpin oleh Syaiful Huda (Fraksi PKB) dan jajaran pimpinan Komisi X DPR RI lainnya yaitu Agustina Wilujeng Pramestuti (Fraksi PDI Perjuangan), Hetifah Sjaifudian (Fraksi Golkar), Dede Yusuf Macan (Fraksi Demokrat), Abdul Fikri Faqih (Fraksi PKS). Rapat diawali dengan pengantar Ketua Rapat, dilanjutkan paparan dari Kepala Perpustakaan Nasional RI, serta menampung pertanyaan, saran dari Anggota Komisi X DPR RI. Pada RDP tersebut tersebut diperoleh sejumlah kesimpulan, antara lain:

  1. Komisi X DPR RI mengapresiasi paparan yang disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, sebagai bagian dari hasil Rapat Dengar Pendapat Komisi X DPR RI.
  2. Terhadap paparan dari Perpustakaan Nasional RI, Komisi X DPR RI memberikan masukan dan catatan sebagai berikut:
  • Ketersediaan bahan bacaan yang lengkap di pelosok daerah harus menjadi prioritas program/kegiatan Perpusnas RI.
  • Mendorong Perpusnas RI untuk berkoordinasi dengan Kemendikbud RI dalam penyediaan bahan   bacaan di setiap   satuan Pendidikan sesuai dengan peraturan perundang-undangan danmenciptakan kurikulum yang mendorong minat baca masyarakat.
  • Peningkatan jumlah sarana prasarana perpustakaan untuk perluasan akses perpustakaan di daerah.
  • Peningkatan layanan perpustakaan dalam rangka akses informasi di daerah baik secara luar jaringan maupun dalam jaringan (online) agar terciptanya budaya membaca.
  • Perlunya penetapan Perpusnas RI sebagai destinasi wisata, menjadi pusat studi dan informasi kebudayaan Indonesia.
  • Mendorong Perpusnas RI untuk melaksanakan fungsi deposit secara optimal, sehingga diharapkan Perpusnas RI menjadi pangkalan data, informasi dan manuskrip maupun kearifan lokal nusantara untuk membangun identitas bangsa.
  • Dalam rangka penguatan kelembagaan perpustakaan, Perpusnas RI harus aktif berkoordinasi dengan Kementerian atau Lembaga lain terkait.
  • Mendorong Perpusnas RI untuk menyusun strategi percepatan pemenuhan sumber daya manusia perpustakaan (pustakawan) yang berkualitas.
  • Mendorong Perpusnas   RI   untuk   menyusun   langkah-langkah strategi percepatan   penyelesaian masalah akses perpustakaan melalui program prioritas dan peningkatan anggarannya.

 

 Reportase: Arwan Subakti, Fotografer: Ahmad Kemal Nasution



Diunggah oleh admin (2019-11-21 14:47:52)