Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

13 Nov 2019

KPDI 12 Rekomendasi Pembangunan Perpustakaan Digital Dilakukan Secara Inklusif

Banda Aceh, Aceh - Pembangunan Perpustakaan Digital Indonesia akan dilaksanakan secara inklusif untuk meningkatkan daya guna perpustakaan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Hal ini merupakan satu dari tujuh rekomendasi Konferensi Perpustakaan Digital Indonesia (KPDI) 12.

KPDI 12 diselenggarakan di Banda Aceh, Aceh, pada 12-13 November 2019 dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Perpustakaan Digital 4.0 dan Society 5.0 dalam Meningkatkan Daya Saing Bangsa”. Penutupan KPDI 12 menghasilkan tujuh rekomendasi untuk pembangunan perpustakaan digital dan tema KPDI 13 yang bakal berlangsung di Solo, Jawa Tengah.

Ketua Forum Perpustakaan Digital Indonesia (FPDI) Zainal Hasibuan menyatakan pengelola perpustakaan harus berupaya agar seluruh warga Indonesia bisa mengakses perpustakaan digital dan tidak ada yang mengalami ketertertinggalan.

Guru Besar Universitas Indonesia ini menambahkan sesuai dengan Arah Kebijakan dan Strategi Pembangunan Bidang Perpustakaan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024, pembangunan perpustakaan digital di Indonesia ke depan harus disinkronisasikan melalui Rencana Strategis Pembangunan Perpustakaan Digital Nasional 2020-2024. Rencana strategis akan disusun oleh FPDI dan dimasukkan dalam rencana kerja FPDI 2020.

“Jadi sebelum KPDI ke-13, kita menyusun rencana strategis pembangunan perpustakaan digital nasional 2020-2024,” jelas Zainal Hasibuan dalam penutupan KPDI 12 di Hotel Hermes, Banda Aceh, Aceh, pada Rabu (13/11/2019).

Pembangunan Perpustakaan Digital Indonesia, ujar Zainal, akan diorientasikan untuk menunjang pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Ini bisa dicapai melalui sumber daya informasi dan pengetahuan. “Ini melalui peningkatan konektifitas masyarakat terhadap berbagai sumber daya informasi dan pengetahuan; peningkatan akses dan ketersediaan sumber daya informasi dan pengetahuan terbuka dan penguatan konteks sumber daya informasi dan pengetahuan sesuai kebutuhan informasi bagi setiap warga negara Indonesia,” urainya.

Tahun depan, KPDI akan diselenggarakan untuk ke-13 kalinya pada 2020 di Solo, Jawa Tengah. Tema yang diusung adalah “Revitalisasi Perpustakaan Digital dalam Percepatan Transformasi Masyarakat Informasi menuju Masyarakat Sejahtera”. Di KPDI 12, rumusan mengenai perpustakaan digital dalam menyikapi kondisi destruktif diperkuat untuk merespons teknologi yang berkembang dengan cepat.

“Jadi kalau kita lihat esensi society 5.0 itu, manusia sebagai pusat kegiatan di mana teknologi itu mensejahterakan manusia. Nah sebelum masyarakat sejahtera itu, adalah informasi. Kita sudah mulai memperkuat/mempertajam rumusan-rumusan mengenai perpustakaan digital dalam menyikapi destruktif yang terjadi di sekeliling kita oleh karena teknologi yang berkembang dengan cepat, semoga kita juga berubah dengan cepat. Di sini kita rumuskan ekosistemnya, di 2020 kita perkuat isi dari ekosistem tersebut. Kira-kira itu yang termaktub, tersirat untuk KPDI 13,” tukasnya. Pada penutupan, Zainal mengumumkan masa kepengurusannya berakhir pada tahun ini. Jonner Hasugian terpilih sebagai ketua baru FPDI periode 2019-2023.

 

 



Diunggah oleh admin (2019-11-14 00:13:12)