Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

12 Nov 2019

Penanaman Literasi dengan Mendongeng Sebagai Media Edukasi

Nenek moyang Indonesia adalah pembaca, Indonesia memiliki budaya membaca yang sangat tinggi. Membaca merupakan salah satu cara agar tidak punah oleh zaman. Hal ini disampaikan oleh Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando saat membuka acara “Bermain dengan Cerita” di Ruang Teater lantai 2 Perpustakaan Nasional, Selasa (12/11).

“Kita harus menjadi pejuang perpustakaan, kita tidak bisa mendirikan perpustakaan yang tidak baik dan yang tidak dibaca karena performa kita untuk meyakinkan orang bahwa perpustakaan penting. Kita sama – sama memperjuangkan, meyakinkan dan mendorong serta mengajak orang untuk percaya bahwa dunia ini tidak bisa dikuasai, tidak bisa diubah dengan tidak adanya ilmu pengetahuan dan kita harus sama – sama meyakinkan bahwa transfer knowledge di seluruh dunia cuma ada satu yaitu membaca,” ungkapnya.

Kegiatan ini merupakan upaya penanaman budaya literasi sejak dini yang menggunakan dongeng sebagai media edukasi kreatif dan menambah wawasan. Dihadiri oleh narasumber dari dalam dan luar negeri seperti pendongeng internasional Margaret Read MacDonald dan Alton Takiyama Chung, pendiri Kelompok Pecinta Bacaan Anak (KPBA) Murti Bunanta, ilustrator buku-buku cerita anak Mira Widhayati dan penulis/pegiat literasi Galuh Larasati.

“Mendongeng adalah memberi nasihat dengan bercerita tanpa memaksa, kita berbagi moral dan keyakinan yang baik” ujar Murti Bunanta. Ia juga menambahkan diadakannya kegiatan ini guna membuat setiap orang yakin bahwa siapapun bisa mendongeng.

Salah satu pendongeng internasional Alton Takiyama Chung juga memberikan beberapa tips untuk menjadi pendongeng yang baik yaitu dengan melakukan kontak mata seakan – akan ceritanya khusus diceritakan untuk audiens.

Mendongeng merupakan cara yang efektif untuk menimbulkan minat baca bagi masyarakat sejak usia dini, para narasumber pun mengajak masyarakat untuk menerapkan ilmu yang didapat dari kegiatan ini.

Diakhir kegiatan, Murti dan Margareth memberikan hasil karyanya berupa buku kepada Perpusnas yang diwakili oleh Deni Kurniadi selaku Kepala Pusat Pengembangan Perpustakaan dan Pengkajian Minat Baca.

Reportase       : Desriana Dwiyanti / Astried Merdekawati

Fotografer       : Raden Radityo



Diunggah oleh admin (2019-11-13 09:13:41)