Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

04 Nov 2019

Menjaga Kesehatan di Usia Senja

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Bertambahnya usia, pastinya tubuh mengalami berbagai perubahan. Adanya perubahan tersebut, maka para lansia perlu menjaga kesehatannya agar menjadi lansia yang sehat, mandiri, aktif, produktif dan berkualitas. Demikian disampaikan oleh Fisioterapis Sri Widayat Ismiyati, dalam Konseling Lansia dengan tema Menjaga Kesehatan di Usia Senja yang digelar bidang layanan koleksi umum Perpustakaan Nasional, Senin (4/11).

Dikatakan, penuaan adalah proses alami tubuh dan dapat dijalani dengan baik apabila memahami perubahan yang terjadi di tubuh serta langkah-langkah untuk menjaga kesehatan lansia. “Pada saat lansia, terjadi beberapa perubahan fisiologi diantaranya penglihatan, pendengaran, rasa dan penciuman, sistem saraf, sistem pernapasan, serta sistem ginjal. Selain itu para lansia juga dianjurkan untuk berolahraga, tidak perlu yang berat, jalan kaki misalnya,” jelasnya.

Pembiacara lainnya, Dra Pudjiati, SKp,Mkes menjelaskan mengenai perawatan dan pencegahan diabetes pada lansia. Menurutnya, penyakit diabetes merupakan sekumpulan gejala akibat gula darah tinggi. Gejala penderita diabetes diantaranya mudah haus, mudah lapar, sering kesemutan di bagian kaki, berat badan menurun tanpa sebab yang jelas, cepat lelah dan mudah mengantuk.

“Penyakit diabetes ini biasanya merupakan penyakit keturunan. Namun bisa juga karena pola hidup yang tidak sehat, seperti kurang olahraga, kegemukan, dan makan banyak terutama makanan yang mengandung gula tidak terkontrol,” ungkapnya.

Sementara itu, Ns. Omi Haryanti, S.Sos.,Skep,MKM mengatakan lansia sebagai masa degeerasi biologis yang disertai dengan berbagai penderitaan seperti beberapa penyakit. Pada orang lanjut usia biasanya memiliki kecendurungan penyakit kronis.

“Salah satunya hipertensi, yang merupakan silent killer karena termasuk penyakit yang mematikan tanpa disertai gejala yang jelas. Penyakit ini menjadi serius karena dampaknya bisa fatal, seperti strooke, jantung koroner, dan gangguan ginjal,” katanya.

Omi mengingatkan para lansia untuk rutin berolahraga, diet rendah garam dan juga menjalani gaya hidup yang wajar. “Diperhatikan asupan makanannya, dan jangan lupa olahraga, minimal jalan kaki,” ujarnya.

Dalam acara konseling ini, diikuti ratusan lansia yang terdiri dari berbagai komunitas lansia di wilayah Jakarta. Usai acara, para lansia diajak untuk melakukan senam lansia dan cek kesehatan gratis.

Reportase : Wara Merdekawati
Fotografer : Ahmad Kemal Nasution / Basma Sartika

 



Diunggah oleh admin (2019-11-05 12:53:56)