Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

30 Oct 2019

Pameran Kriya Logam Kawentar Dukung Literasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial

Blitar, Jawa Timur--Pameran kerajinan Kriya Logam yang digelar mahasiswa ISI Surakarta di Perpustakaan Bung Karno dibuka secara resmi Walikota Blitar yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Blitar Tri Iman didampingi Kepala Bidang Layanan Informasi dan Kerjasama Perpustakaan Bung Karno Agus Sutoyo, Rabu (30/10) di selasar Perpustakaan Bung Karno. Hadir pembimbing mahasiswa ISI yang juga Wakil Dekan ISI Surakarta Agus Ahmadi, para dosen prodi Seni Rupa, pelajar dan mahasiswa lainnya. Acara yang bertajuk Susun Song Song #6  dengan tema Selaras Ati itu mengangkat kerajinan kriya logam hasil karya mahasiswa seni rupa ISI Surakarta.

Agus Ahmadi dalam laporannya mengatakan kerajinan Kriya Logam ini merupakan salah kegiatan mahasiswa yang merupakan bagian dari tugas akhir di Prodi Seni Rupa dan juga para alumni yang tergabung dalam komunitas Kawentar. Kawentar sendiri itu, menurut Agus Ahmadi adalah komunitas para alumni dan mahasiswa aktif ISI Surakarta yang berasal dari Blitar. "Tema selaras ati diambil sebagai bentuk bentuk penyelearasan kesenian dan budaya di Blitar Raya. Blitar memiliki banyak potensi seni dan budaya yang di eksplore dan diketahui masyarakat umum. Melalui pameran ini akan menjadi wadah untuk menyalurkan sebuah karya dengan menunjukkan kebudayaan lokal Blitar sehingga bisa selaras antara kebudayaan dan teknologi idi zaman milenial," ungkapnya.

Sedangkan Kabid Layanan Informasi dan Kerjasama PP Bung Karno dalam sambutannya  mengatakan kegiatan ini merupakan lanjutan kegiatan dari Bulan Literasi Kebangsaan dan Kepemudaan karena dengan mengangkat tema Selaras Ati, dimana Perpustakaan Bung Karno melalui kegiatan-kegiatannya menyelaraskan antara kesenian budaya dan perpustakaan. "Setahu saya dari buku yang pernah saya baca,  kata Agus Sutoyo, kerajian logam di Indonesia mulai ada sejak 500 SM, saat itulah zaman logam di Indonesia. Walaupun tanpa ornamen, bentuknya sangat indah. Pembuatan kerajinan  logam di kraton sejak dulu telah ada, sesuai prosesi keahlian logamnya. di Kraton, keahlian khusus pandemas atau 'kemasan' termasuk 'sang mangilala drwya haji' dalam prasasti disebut 'linus galuh', telah di telusuri dalam kraton ungkapan pendalangan Jawa menggambarkan suasana kraton pada adegan (jejer)," ungkapnya dengan gamblang. 

"Perpustakaan sekarang ini benar-benar menjadi  wahana rekreasi dan tempat meningkatkan dan mengembangkan kreativitas masyarakat yang berbasis inklusi sosial. Perpustakaan Bung Karno sangat mengapreasi kegiatan-kegiatan masyarakat di perpustakaan, bahkan kami pada tgl 26 dan 27 Oktober lalu menggelar pagelaran kolosal seni tari nusantara yang diikuti 400 penari dan dihadiri lebih dari 1400 orang, dan malam berikut pagelaran Wayang Kulit dengan mengusung lakon Semar Mbangun Kahyangan tidak kurang 1100 orang menonton pagelaran wayang tersebut sampai pagi," ujarnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dalam acara pembukaan itu mengatakan kerjasama yang selama dilakukan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan dengan Perpustakaan Bung Karno sudah cukup baik, selalu bersinergi. "Jadi kalau ada kegiatan yang memang menjadi agenda rutin tahunan, bisa diinformasikan ke kami dan akan menjadi agenda yang kami publikasikan untuk kegiatan yang ada di kota Blitar ini. Terutama pada hari ini pameran ini cukup baik sekali karena mengangkat kekayaan seni budaya, khususnya yang ada di Blitar Raya ini," katanya.

Pameran dengan beragam corak kriya logam ini seperti karya Kuntadi Wasi Darmaji dengan Keris Jawa Dhapur tilam upih, pamort dan emas, dengan perabot warangka ladrang, deder, pedhok dan mendak gaya dg corak Surakarta. Ada juga karya akrilic Doa Rupa, Kesenian jaranan,  cita rasa pecel Blitar, barpng rampong Blitar, aquarium mini dari barang-barang bekas, dan keselarasan karya-karya lainnya,  juga termasuk menampilkan karya seni rupa pelajar SMA Kota Blitar. **

Reportase:  Budi Kastowo

Fotografer: Juwito/Ardha

 



Diunggah oleh admin (2019-10-31 16:08:01)