Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

30 Oct 2019

Membaca untuk wujudkan Visi Pekanbaru, Smart City Madani

Pekanbaru, Riau --- Wakil Wali Kota Pekanbaru, Ayat Cahyadi mendukung dan mengapresiasi semua kegiatan yang dapat meningkatkan kualitas SDM melalui peningkatan minat baca dan daya baca masyarakat di Kota Pekanbaru. "Peningkatan kualitas SDM ini sesuai dengan arahan Presiden, saat pidato pelantikan beliau yang menekankan pentingnya memanfaatkan momentum bonus demografi masyarakat produktif di Indonesia," ucap ayat. Ayat melanjutkan bahwa bonus demografi ini bisa menjadi ancaman apabila tidak tersedia lapangan pekerjaan bagi masyarakat produktif ini. Sebaliknya, hal ini bisa menjadi kesempatan besar, jika kita mampu menghasilkan SDM unggul melalui ekosistem politik dan ekonomi yang kondusif. "Kata kuncinya adalah peningkatan kualitas SDM, dan itu harus dimulai dengan membaca," katanya. "Karena dengan membaca ini, dari tidak tahu menjadi tahu, dari yang belum terampil bisa menjadi terampil, seperti contoh di perpustakaan di mana orang dapat mendapat keterampilan melalui sumber bacaan yang aplikatif, " tambah Ayat.

Ayat Cahyadi juga menyampaikan bahwa peningkatan kualitas SDM melalui kegemaran membaca yang memanfaatkan perpustakaan berbasis inklusi sosial sangat mendukung visi Kota Pekanbaru yang ingin menjadi Smart City Madani, di mana salah satu pilar dari visi tersebut adalah smart people. Lima pilar lainnya adalah smart governance, smart living, smart mobility, smart economy, dan smart environment.

Peningkatan kualitas SDM juga ditekankan oleh Kepala Perpustakaan Nasional RI, Muhammad Syarif Bando. Menurutnya, agar dapat bersaing dalam Revolusi Industri 4.0, tidak ada pilihan lain kecuali dengan menyiapkan SDM unggul.  "Indonesia harus mempersiapkan sumber daya manusia yang bisa menciptakan barang dan jasa dalam skala besar, untuk itu tidak ada cara lain kecuali dengan berinteraksi dengan dunia ilmu pengetahuan yang ada di berbagai media, apakah itu media digital ,apakah itu media cetak atau mungkin juga media sosial yang positif.," kata Syarif.

Peran perpustakaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, saat ini terasa termarjinalkan pada struktur kelembagaan yang ada di berbagai tingkatan Pemerintahan Daerah. Namun demikian, ke depannya peran perpustakaan akan semakin meningkat seiring dengan berbagai peraturan  perundangan yang mendukung peran perpustakaan dalam kelembagaan di daerah. Selain UU 43 tahun 2007 tentang Perpustakaan dan UU 23 tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, peran perpustakaan di daerah juga didukung oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2019 tentang pedoman penyusunan APBD tahun 2020.  "Di dalam Permendagri tersebut pasal 66 sudah disebutkan bahwa pedoman penyusunan APBD di seluruh kabupaten di Indonesia tidak bisa lagi mengabaikan tentang unsur perpustakaan,” ujar Syarif. “Ada 3 komponen perpustakaan yang harus dibiayai oleh APBD. Yang pertama adalah kelembagaan menyangkut sarana dan prasarana, sumber daya manusia, koleksi, dan sistem layanan, yang kedua harus dibiayai juga tentang pembudayaan kegemaran baca, dan yang ketiga adalah Pelestarian dan pengembangan warisan dokumenter budaya bangsa, termasuk di dalamnya adalah warisan dokumenter berusia 600 tahun yang dimiliki perpustakaan berupa perundang-undangan yang disusun dalam bahasa melayu yang menunjukkan bahwa peradaban tinggi budaya melayu merupakan budaya asli Indonesia," ujar Syarif. 

Acara utama dari Safari Pembudayaan Kegemaran Membaca di Kota Pekanbaru adalah gelar wicara yang menampilkan narasumber inspiratif  dalam peningkatan kegemaran membaca dan perpustakaan. Selain Wakil Wali Kota dan Kepala Perpusnas, hadir budayawan terkenal Gol A Gong yang menceritakan pengalaman atas pentingnya membaca yang membentuk dirinya menjadi pribadi yang kuat dan kreatif seperti saat ini, Ketua Dewan Perpustakaan, Dr.H. Chaidir yang menggambarkan sejarah literasi di Riau, dan  Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Riau, Dr. Rahima Erna, yang menggambarkan kebijakan pengembangan perpustakaan di Riau.

Di rangkaian yang sama, Kepala Perpusnas juga melantik Ketua Penggerak Dharma Wanita Kota Pekanbaru, Hj. Asmawati M. Noer sebagai Bunda Baca Kota Pekanbaru dan Chandra Alfindodes sebagai Duta Baca Kota Pekanbaru. Keduanya diharapkan dapat menjadi role model dan menginspirasi dalam membangun sumber daya masyarakat kota Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan jasa pendidikan serta pusat kebudayaan melayu menuju masyarakat Sejahtera berlandaskan iman dan taqwa. Hadir pula, Ketua Umum Pengurus Pusat Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) , Dr. Tjahjo Suprajogo yang mengukuhkan Pengurus Daerah GPMB Kota Pekanbaru Periode 2019-2023.

Reportase: Radhitya



Diunggah oleh admin (2019-11-01 12:46:54)