Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

24 Oct 2019

Kab. Bangka Selatan Inginkan MPK, Bangka Barat Siap Bangun Gedung Perpustakaan

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Belum adanya gedung layanan perpustakaan di wilayahnya, DPRD Kabupaten Bangka Selatan mengharapkan bantuan mobil perpustakaan keliling (MPK). Upaya ini sebagai komitmen DPRD Kabupaten Bangka Selatan dalam meningkatkan gemar membaca masyarakat setempat.

Demikian disampaikan Ketua Komisi 2 DPRD Kabupaten Bangka Selatan, Dian Sersanawati dalam konsultasi dan koordinasi terkait bantuan untuk perpustakaan di daerah, Kamis (24/10). Dian mengatakan wilayah Kabupaten Bangka Selatan terdiri dari delapan kecamatan, dua diantaranya kecamatan kepulauan.

"Keberadaan gedung layanan perpustakaan masih dalam khayalan kami, salah satu kendalanya karena anggaran yang ada hanya 2 miliar. Saat ini baru ada gedung kantor Perpustakaan yang masih bergabung dengan arsip," jelasnya.

Di katakan Dian, wilayah Bangka Selatan sudah memiliki satu mobil perpustakaan keliling dan pihaknya ingin meminta bantuan kepada Perpustakaan Nasional terkait pengadaan mobil perpustakaan keliling. "Karena belum ada gedung layanan, kami memanfaatkan mobil perpustakaan keliling agar masyarakat bisa mengakses buku. Apalagi disini tingkat gemar membaca masih tergolong rendah," tuturnya.

Sementara itu, Kabupaten Bangka Barat yang mendapatkan dana alokasi khusus (DAK) bidang perpustakaan tahun 2020 menyatakan siap membangun gedung layanan perpustakaan. Anggota Komisi 1 DPRD Kabupaten Bangka Barat Rohadi mengatakan, banyak cara yang sudah dilakukan untuk meningkatkan gemar membaca di wilayahnya. Di antaranya dengan menyelenggarakan Gebyar Baca Bangka Barat, bekerja sama dengan mitra terkait kajian minat baca, dan Perpustakaan Nasional.

"Kendala yang kami hadapi salah satunya pengembangan perpustakaan desa. kami sudah memiliki 38 perpustakaan desa dari 64 desa, dan 32 diantaranya aktif. Karena adanya Undang Undang Desa perpustakaan jadi kewenangan desa, sehingga mulai pertengahan 2017 hingga saat ini tidak ada bantuan buku. Kami hanya mengakomodir kegiatan CSR BUMN maupun pihak ketiga," jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Deputi Pengembangan Sumber Daya Perpustakaan, Woro Titi Haryanti mengingatkan kepada Bangka Barat untuk menyiapkan lahan, kelengkapan dokumen, kejelasan status kepemilikan lahan. Dan meminta kepada Bangka Selatan untuk mengajukan proposal terkait bantuan mobil perpustakaan keliling.

"Perpustakaan tidak hanya fungsi fisiknya saja tetapi juga kegiatan yang ada di gedung ini. Membentuk SDM unggul tidak lepas dari peran perpustakaan yang membentuk literasi. Literasi tidak sekedar membaca, tetapi bagaimana memahami isi bacaan, mengaplikasikan dan menghasilkan sesuatu dari yang dibaca untuk meningkatkan kesejahteraan hidupnya," jelasnya.

Perpustakaan tidak hanya tempat belajar tetapi juga tempat berbagi pengetahuan. "Harapannya ketika membangun gedung, sarana prasarana dibuat senyaman mungkin, konten mudah diakses dan berkualitas, dan pustakawan harus bertransformasi kreatif dan inovatif. Kesemuanya memerlukan dukungan anggaran, sehingga kami mohon kepada DPRD Bangka Selatan dan Barat untuk komitmennya dalam mengembangkan perpustakaan. Karena perpustakaan adalah universitas seumur hidup," pesan Deputi 2.

Reportase : Wara Merdekawati
Fotografer : Ahmad Kemal Nasution



Diunggah oleh admin (2019-10-25 08:16:45)