Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

03 Oct 2019

Kepala Perpusnas: Jangan Sekadar Ijazah Tapi Ciptakan SDM Berdaya Saing


Bandar Lampung - Dunia mengalami banyak percepatan terutama di bidang teknologi. Namun, banyak yang tertinggal menghadapi tantangan teknologi diakibatkan salah satunya kurang atau malas membaca. Di Jepang, dianalogikan bukan orang yang besar yang timbangan nya lebih berat melainkan orang yang senang dengan membaca. Prinsipnya, teknologi memberikan pelbagai kemudahan termasuk dalam bidang pendidikan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Perpustakaan Nasional Muhammad Syarif Bando di sela-sela penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan rektor/direktur 35 perguruan tinggi negeri dan swasta pada kegiatan Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia V pada Kamis (3/10/2019) di Bandar Lampung, Lampung.

"Apakah silabus sudah diubah. Sekarang jangan bicara sekedar ijazah. Tapi bagaimana menciptakan sumber daya manusia yang mampu bersaing di era industri 4.0," imbuh Syarif Bando.

Sekadar informasi bahwa hegemoni dunia saat ini dikontrol oleh negara adidaya Tiongkok, Amerika Serikat, dan Rusia. “Dosen harus mampu mengantarkan mahasiswa kepada pekerjaan fisik dan kreatif. Jangan terpaku pada bidang pekerjaan yang nantinya akan hilang 5-10 tahun mendatang. Dan mahasiswa jangan menganggap mulia dengan gelar sarjana," tambah Syarif Bando.

MoU dengan 35 PTN/PTS

Dunia kini memasuki era Revolusi Industri 4.0. Ciri khas dari era ini adalah mengedepankan smart technology yang melahirkan smart society. Smart society dipahami sebagai aktivitas masyarakat yang aktif menggunakan informasi, komunikasi dan teknologi dalam menunjang pekerjaan, termasuk aktivitas ekonominya.

Perpusnas mencatat hingga saat ini dari 4.644 perguruan tinggi di Indonesia, di mana sebanyak 382 merupakan perguruan tinggi negeri (PTN), dan 4.262 adalah perguruan tinggi swasta (PTS), 222 di antaranya sudah memperoleh akreditasi. "Penandatanganan MoU merupakan jawaban atas perkembangan di era industri 4.0," tutur Syarif Bando.

Sesuai pasal 24 Undang-undang Nomor 43 tentang Perpustakaan disebutkan bahwa perpustakaan yang telah memenuhi standar nasional perpustakaan (SNP), baik dari jumlah koleksi (judul/eksemplar) untuk mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat selain untuk mengembangkan layanan perpustakaan berbasis teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Namun, dari jumlah 4.644 perguruan tinggi, baru 200 PTN/PTS yang sudah melakukan MoU dengan Perpusnas. Dari jumlah tersebut baru 135 perguruan tinggi yang telah tergabung dalam portal Indonesia OneSearch (IOS) milik Perpusnas.

Ruang lingkup MoU menyasar, antara lain pengembangan SDM bidang perpustakaan; pengembangan dan pemanfaatan aplikasi otomasi perpustakaan; pengembangan TIK di bidang perpustakaan dan perluasan jejaring perpustakaan melalui pengembangan pangkalan data dan repository digital (IOS, iPusnas); pengembangan dan pemanfaatan bersama koleksi perpustakaan; pertemuan ilmiah, penelitian, dan publikasi bersama; penghimpunan dan pelestarian karya cetak dan karya rekam (KCKR); dan  pelaksanaan promosi perpustakaan dan pengembangan budaya baca.

Semiloka Nasional Kepustakawanan Indonesia diselenggarakan berkat kerja sama, antara Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI), Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi Indonesia (ISPII), dan Perpustakaan Universitas Lampung. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong terwujudnya Smart Society di seluruh Indonesia melalui peran strategis pustakawan dan perpustakaan sebagai motor penggeraknya.

Reporter & Fotografer: Hartoyo Darmawan



Diunggah oleh admin (2019-10-03 10:07:14)