Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

14 Sep 2019

Mendengar Cerita Nusantara dan Dunia Bersama Perpusnas dan Komunitas Ayodi

Medan Merdeka Selatan, Jakarta - Dongeng adalah cerita yang penuh khayalan dan seorang pendongeng bercerita dengan penuh penghayatan diikuti gerakan yang menjiwai cerita. Para pedongeng dari dalam dan luar negeri tampil menghibur dalam Festival Cerita Nusantara dan Dunia yang digelar Perpusnas bersama komunitas Ayo Dongeng Indonesia (Ayodi).  Festival tersebut merupakan rangkaian acara Perpusnas Expo 2019 yang bertepatan Hari Kunjung Perpustakaan dan Bulan Gemar Membaca. 

Hendra, salah satu pedongeng dari Komunitas Ayodi menceritakan kisah dari Desa Mawira di Sulawesi Selatan. “Cerita ini mempunyai makna bahwa rajin menggosok gigi itu penting,” jelasnya seusai mentas pada Sabtu,(14/9).

Sementara itu, pedongeng dan founder komunitas Ayodi Ariyo Zidni tidak mau ketinggalan menceritakan kisah dari Negeri Gajah Putih, Thailand. Di hadapan ratusan anak-anak Zidni berpesan agar anak-anak tidak melupakan makan sehari tiga kali. Sedikit banyak cerita atau dongeng dari Thailand memiliki banyak kesamaan dengan dongeng Nusantara. Hal ini dikarenakan budaya di negara-negara kawasan ASEAN tidak jauh berbeda.                                                                                                                                                                                                                                       

Turut tampil juga pedongeng dari Taiwan, Chen Ming Hsiang (Uncle Fat) dan Richard Dian Vilar dari Filipina. Uncle Fat mendongeng dengan judul “Tutup Botol” yang mempunyai makna bahwa manusia harus saling membantu, jangan pernah menyerah, dan selalu punya harapan.

Pedongeng Richard Dian Vilar mendongeng tentang ang bituin yang berarti bintang. Cerita tersebut mengenai legenda matahari, bulan, dan bintang. “Cerita ini bermakna bahwa semua anak adalah bintang,” jelasnya.

Dalam acara ini, anak-anak yang hadir disuguhkan hadiah dengan syarat menampilkan senyum yang manis dan bisa menjawab pertanyaan mengenai cerita yang telah dibawakan bintang tamu.

Selain mendongeng, Festival Cerita Nusantara dan Dunia juga diisi dengan Membaca Nyaring. Di sini, para penampil menyuarakan bacaannya dengan intonasi dan ucapan yang mudah untuk dimengerti sehingga pendengar menangkap informasi yang diberikan. Kegiatan membaca nyaring ini berhasil menarik perhatian anak-anak. Salah satu penampil dari komunitas Ayodi Desri melantangkan cerita dari tanah Jawa berjudul 'Joko Kendil'.

Festival Cerita Nusantara dan Dunia berlangsung selama dua hari (14-15 September) .

Reportase: Aninda Ernest/M. Andhika Pratama  

 

 

 

 

 

 



Diunggah oleh admin (2019-09-17 14:07:49)