Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

12 Sep 2019

Bedah Buku Pustaka: Tradisi dan Kesinambungan

Merdeka Selatan, Jakarta – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) direpresentasikan sebagai rumah bagi seluruh rakyat Indonesia karena dengan datang ke perpustakaan masyarakat dapat dengan mudah mengakses seluruh informasi dan pengetahuan yang diinginkan. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Layanan Koleksi Umum (LKU) Perpusnas Luthfiati Makarim dalam acara bedah buku Pustaka 'Tradisi dan Kesinambungan' yang diadakan oleh Ikatan Sarjana Ilmu Perpustakaan dan Informasi (ISIPII), pada Jumat (12/9).

“ISIPII sangat mengedepankan tradisi keilmuan serta berperan dalam menjaga ilmu perpustakaan dan informasi agar terus berkembang,” ujar Ilus, sapaan akrab Kabid LKU.

Penulis Putu Laxman Pendit menjelaskan bahwa ada dua isu utama yang memotivasi dirinya menulis buku tersebut. Pertama isu kekhawatiran terutama bagi para ilmuwan, pendidik dan praktisi karena memunculkan gagasan bahwa  ilmu perpustakaan tidak benar-benar ada. Kedua, isu nasib pegawai dengan gelar pustakawan atau sarjana ilmu perpustakaan yang  kelak akan dihilangkan perannya. Pandangan bahwa kelak perpustakaan tidak diperlukan lagi dan digantikan dengan bentuk kebidangan baru ditampik oleh Putu.

“Perpustakaan adalah tradisi yang masih berjalan dan tidak akan berakhir dalam waktu dekat. Kelak kalaupun ada perubahan kita jadi tahu kemana kita menuju, lalu kita akan mengakui dan menerima bahwa perpustakaan adalah tradisi,” jelasnya.


Reportase: Basma Sartika
Fotografer: M. Andhika Pratama



Diunggah oleh admin (2019-09-13 09:07:11)