Call Center Gedung Fasilitas Layanan Perpusnas : 1500-914    

  |    |    |    

Bahasa Indonesia  |  English  

Berita

Beranda / Berita

10 Sep 2019

Mencerdaskan Bangsa Lewat Musik dan Kearifan Budaya

Medan Merdeka Selatan, Jakarta-Musik atau lagu mempunyai peran penting dalam kehidupan masyarakat. Masing-masing musik atau lagu mempunyai kearifan budaya dapat memberi warna kehidupan dan inspirasi dengan irama yang disajikan.

“Perpusnas mempunyai tugas untuk melestarikan budaya bangsa kita, baik yang tercetak maupun yang terekam,” ujar Nurcahyono selaku Kepala Direktorat Deposit mengomentari  korelasi antara musik dengan Perpusnas  pada saat talkshow "Mencerdaskan Bangsa Melalui Musik dan Kearifan Budaya" di Gedung Layanan Perpustakaan Nasional, Selasa (10/9).

Di balik hadirnya musik di tengah masyarakat, Indonesia memiliki musisi yang berkualitas dalam menciptakan karya seni. Beberapa diantaranya adalah Dwiki Darmawan, Dewa Budjana, serta pengamat musik Bens Leo yang menjadi nara sumber talkshow.

Dwiki bercerita saat kecil mempelajari alat musik tradisional angklung dan rumba. Lalu pada usia tujuh tahun ia mulai belajar piano klasik. “Dari kecil saya sudah belajar musik klasik Indonesia. Bangga menjadi orang Indonesia karena kita memiliki keragaman budaya,” ujar Dwiki. Demi mewujudkan kecintaanya pada dunia pendidikan musik saat ini Dwiki juga aktif membagikan ilmunya melalui sekolah musik yang pimpin.

Senada dengan Dwiki, Dewa Budjana tertarik dengan alat musik gitar sejak kecil. Walaupun tidak menempuh pendidikan formal, Budjana aktif menelurkan karya musiknya. “Banyak karya saya yang secara alamiah dipengaruhi oleh nuansa musik daerah, misalnya gamelan,” ungkap Budjana.

Kedua musisi Indonesia tersebut pernah merasakan kegagalan, Dwiki pernah gagal dalam memenangkan ajang perlombaan piano, dan Budjana pernah dua tahun menggelandang di Jakarta tanpa pekerjaan. Namun, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. "Kegagalan adalah tantangan dan jika kita mempunyai tekad maka pasti bisa, ujar Budjana.

Dalam kesempatan ini kedua musisi tersebut juga menyerahkan beberapa karya mereka untuk disimpan sebagai koleksi di Perpustakaan Nasional.

Sedangkan, kritikus musik Bens Leo turut mendukung penuh musisi untuk menyerahkan dokumentasi karyanya ke Perpusnas. “Dengan begitu karya yang diberikan akan terdaftar dan terlindungi hak ciptanya sebagai karya cipta Indonesia,” terang Bens.

Reportase           : Aninda Ernest

Fotografer          : Andhika Pratama



Diunggah oleh admin (2019-09-16 15:00:39)